Kaharuddin Kaharuddin
Muhammadiyah University of Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of the Picture and Picture Learning Model on Student Activity and Social Studies Outcomes (A Case Study of 4th Grade Students in Gowa District) Basmala Basmala; Kaharuddin Kaharuddin; Suardi Suardi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4817

Abstract

This study examines the impact of the Picture and Picture learning model on student engagement and academic performance in Social Studies among Grade IV students at SD Inpres Paccinongan, Gowa Regency. Low student engagement in the learning process and suboptimal academic performance are key issues faced in primary education. This study used a quasi-experimental design with a Nonequivalent Control Group methodology. The study population consisted of Grade IV students from two classes, with a total sample of 48 students selected using random sampling techniques. Data were collected through observations and tests, then analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The results indicated that the Picture and Picture learning model had a significant positive effect on student engagement and academic performance. The significance values for student activity (p = 0.040) and learning outcomes (p = 0.016) were both below the standard alpha level of 0.05, indicating the effectiveness of this model in enhancing student engagement and their academic results. These findings provide evidence that the application of a visual-based learning model, such as Picture and Picture, can be an effective solution to address low student engagement and learning outcomes in Social Studies education at the primary school level. The adoption of this learning paradigm is recommended to be expanded in Social Studies education at primary schools to improve the overall quality of education and academic performance of students.
Studi Sosiologis tentang Hambatan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Negeri Rasnawia Rasnawia; Kaharuddin Kaharuddin; Jamaluddin Arifin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6436

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk memahami faktor-faktor sosiologis yang menghambat implementasi pembelajaran berdiferensiasi, agar kebijakan dan praktik pendidikan di sekolah negeri khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka dapat dirancang secara lebih kontekstual, adil, dan berpihak pada keberagaman kebutuhan belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah negeri dari perspektif sosiologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo. Informan dipilih secara purposif, terdiri atas guru, wakil kepala sekolah, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada tiga aspek: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi berasal dari tiga aspek penting, yaitu: (1) struktur sosial sekolah yang hierarkis, di mana birokrasi dan dominasi keputusan dari pihak manajemen membatasi ruang inovasi guru; (2) habitus mengajar guru yang masih tradisional akibat kultur pendidikan lama, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta kondisi sekolah di wilayah kecamatan yang memiliki keterbatasan sumber daya sehingga pembelajaran cenderung bersifat teacher-centered, seragam, dan kurang mempertimbangkan perbedaan siswa; serta (3) keterbatasan fasilitas dan sumber daya seperti kurangnya media, teknologi, dan waktu untuk merancang diferensiasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada dukungan struktural sekolah, pergeseran budaya organisasi, dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan guru dan siswa.