Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Kejujuran pada Siswa Tunagrahita di SDLB Muhammadiyah Purworejo Aura Latifa Adhinty; Nur Rohmah Hayati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1124

Abstract

Penanaman nilai kejujuran pada siswa tunagrahita merupakan salah satu tantangan dalam pendidikan karakter karena keterbatasan kemampuan intelektual yang memengaruhi pemahaman mereka terhadap konsep-konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa tunagrahita kelas IV di SDLB Muhammadiyah Purworejo serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian dilaksanakan di SDLB Muhammadiyah Purworejo dengan subjek penelitian guru PAI, wali kelas, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembiasaan, keteladanan, nasihat berulang, dan pendampingan individual yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita. Nilai kejujuran ditanamkan melalui aktivitas pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari di sekolah. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, lingkungan sekolah yang religius, dukungan fasilitas sekolah, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan intelektual siswa, perbedaan tingkat ketunagrahitaan, kurang optimalnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dan belum adanya program khusus penanaman nilai kejujuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter bagi siswa tunagrahita memerlukan strategi yang konkret, berkelanjutan, dan melibatkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pembentukan perilaku jujur.