Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MARGINALISASI DAN RESISTENSI SUKU ANAK DALAM DALAM NOVEL PEREMPUAN DI UJUNG TEMBAWANG KARYA PAUL TAO WIDODO: PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA Davinna Tiara Meljo; Syafril; Fadlillah
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2767

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Marginalisasi dan Resistensi Suku Anak Dalam dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang Karya Paul Tao Widodo: Perspektif Kajian Budaya. Secara garis besar penelitian ini menjelaskan gambaran umum Suku Anak Dalam dan Novel Perempuan di Ujung Tembawang, bentuk-bentuk marginalisasi dan resistensi Suku Anak Dalam, faktor penyebab dan dampak marginalisasi dan resistensi Suku Anak Dalam, serta makna marginalisasi dan resistensi dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, secara umum tujuan penelitian ini mengkaji dan menggali informasi mengenai marginalisasi yang dialami dan resistensi yang dilakukan oleh Suku Anak Dalam karena adanya penggusuran akibat pembukaan lahan perkebunan sawit oleh pihak pemerintah maupun korporasi swasta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Hegemoni Antonio Gramsci, Teori Resistensi James C. Scott dan Teori Representasi Stuart Hall. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti diperoleh kesimpulan bahwa marginalisasi yang dialami oleh Suku Anak Dalam membuat kehidupan mereka di hutan semakin terpinggirkan, penggusuran yang dilakukan pemerintah dan hunian tetap yang disediakan justru tidak membuat hidup mereka sejahtera, sedangkan resistensi yang dilakukan merupakan bentuk kontra hegemoni atas relasi kuasa pemerintah, resistensi yang dilakukan Suku Anak Dalam bukan hanya penolakan sederhana melainkan resistensi untuk memperjuangkan dan mempertahankan pola hidup, hak-hak dasar, dan identitas budaya mereka yang telah ada sejak lama dan dilakukan turun-temurun. Novel Perempuan di Ujung Tembawang Karya Paul Tao Widodo merupakan representasi dari Suku Anak Dalam yang kehilangan hutan sebagai sumber utama penghidupan mereka dan harus digantikan oleh kebun sawit yang dikuasai oleh pihak-pihak yang melakukan hegemoni. Perspektif Kajian Budaya digunakan untuk melihat sejauh mana pemerintah mengubah wilayah hutan adat menjadi sebuah praktik ekonomi tanpa memikirkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat adat.