Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan pelajar, khususnya pada aspek perilaku dan kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku, konsentrasi belajar, pola tidur, stres, kecemasan, serta persepsi diri pelajar di Kecamatan Medan Sunggal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi terhadap 23 pelajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,6% responden menggunakan media sosial dengan intensitas sangat sering dan 69,6% telah mengenal media sosial sejak sekolah dasar. Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling banyak diakses. Sebanyak 78,3% responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa media sosial mengganggu jam tidur, sedangkan 91,3% menyatakan media sosial memengaruhi konsentrasi dan produktivitas belajar. Selain itu, 69,5% responden menyatakan media sosial dapat menjadi faktor yang memicu stres atau kecemasan. Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan dengan kecenderungan perubahan perilaku dan kondisi psikologis pelajar. Meskipun demikian, media sosial tetap memberikan manfaat sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan akses informasi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian penggunaan media sosial secara bijak melalui literasi digital, pengaturan waktu penggunaan, serta pendampingan dari orang tua dan pendidik agar manfaat media sosial dapat diperoleh tanpa mengabaikan kesehatan psikologis dan aktivitas akademik pelajar.