Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menghadirkan paradigma baru dalam pembelajaran yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Namun, tantangan utama dalam implementasinya terletak pada bagaimana sekolah mampu mengadaptasi kebijakan kurikulum nasional dengan konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka melalui integrasi kearifan lokal sebagai strategi penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber belajar. Integrasi kearifan lokal dilakukan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pengenalan budaya daerah, makanan tradisional, seni, serta program budaya sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis dalam membangun karakter peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian implementasi kurikulum dengan menempatkan budaya lokal sebagai fondasi strategis dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.