Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor Di Boyolali Sherena Wahyutari; Sholikah Dwi Hastuti
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/qv52qn44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN), dalam menangani hambatan pelaporan ekspor. Pelaporan ekspor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengingat administrasi kepada pelaku usaha, namun pelaksanaan kebijakan tersebut belum optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran pelaku usaha, terbatasnya regulasi yang bersifat mengikat, dan belum tersedianya sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi antarlembaga turut memengaruhi efektivitas pelaporan. Pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta mengembangkan sistem digital agar pelaporan ekspor menjadi lebih efisien dan akurat.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor di Boyolali Sholikah Dwi Hastuti; Sherena Wahyutari
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/vc7jz544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh strategi marketing mix 4p terhadap keputusan pembelian pelanggan di Fore Solo Paragon.Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik purposive sampling,yang melibatkan 79 responden dari pelanggan yang pernah membeli produk Fore Coffe di Solo Paragon minimal satu kali dengan usia minimal 17 tahun.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan penelitian kuesioner terhadap tanggapan responden menggunakan skala likert.Hasil data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS.Berdasarkan uji yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa product (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.Sebaliknya menyatakan bahwa,price (X2),promotion (X3),place (X4) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.Keempat variabel tersebut berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian.Sebesar 84,4% variasi keputusan pembelian disebabkan oleh marketing mix 4P.Faktor-faktor lain yang tidak dibahas melalui penelitian ini sebesar 15,6%.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Hambatan Pelaporan Ekspor di Boyolali Sholikah Dwi Hastuti; Sherena Wahyutari
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/t1v6x654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN), dalam menangani hambatan pelaporan ekspor. Pelaporan ekspor memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan pengingat administrasi kepada pelaku usaha, namun pelaksanaan kebijakan tersebut belum optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran pelaku usaha, terbatasnya regulasi yang bersifat mengikat, dan belum tersedianya sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi antarlembaga turut memengaruhi efektivitas pelaporan. Pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta mengembangkan sistem digital agar pelaporan ekspor menjadi lebih efisien dan akurat.