Viar Dwi Kartika
Program Studi Manajemen Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Catur Insan Cendekia, Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DAN PERMINTAAN BAHAN PANGAN TERHADAP HARGA BAHAN POKOK DI KOTA CIREBON Firda Amanda; Turini Turini; Viar Dwi Kartika
Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY) Vol. 3 No. 6 (2026): Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/c4j0pn59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan permintaan bahan pangan terhadap harga bahan pokok di Kota Cirebon. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah munculnya kebijakan MBG sebagai program nasional yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga berpotensi menekan sisi permintaan di pasar tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi pedagang pasar tradisional dan ibu rumah tangga di Kota Cirebon, khususnya di Pasar Harjamukti, Pasar Jagasatru, dan Pasar Kanoman. Sampel sebanyak 100 responden ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil pengujian outer model menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas konvergen dan reliabilitas. Hasil bootstrapping menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bahan pokok (koefisien jalur = 0,535; T-statistics = 5,121; P-values = 0,000), dan permintaan bahan pangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bahan pokok (koefisien jalur = 0,239; T-statistics = 2,311; P-values = 0,021). Nilai R-Square sebesar 0,481 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan variasi harga bahan pokok sebesar 48,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan pangan berskala nasional perlu diiringi penguatan pasokan dan distribusi di tingkat lokal agar tidak menimbulkan tekanan harga yang merugikan pedagang kecil maupun rumah tangga.