Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Bioteknologi pada Proses Pembuatan Roti Manis Melalui Fermentasi Ragi Noviana Deam Fatima; Jumilah Gago; Lusitani Bebhe Jimin
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.728

Abstract

Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakteristik fisik dan organoleptik roti manis sebagai produk bioteknologi konvensional yang memanfaatkan ragi Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan studi literatur dengan fokus pengamatan pada penggunaan formula ragi sebanyak 10 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10 gram ragi menghasilkan kondisi fermentasi yang optimal. Roti manis yang dihasilkan memiliki karakteristik bermutu tinggi, yaitu bertekstur lembut, mengembang, dan berpori halus akibat terperangkapnya gas pada gluten. Dari segi organoleptik, roti memiliki rasa yang enak dan gurih, aroma manis khas roti yang kuat tanpa kontaminasi aroma asam, serta visual warna cokelat kekuningan yang menarik akibat reaksi Maillard dan karamelisasi yang matang sempurna. Kesimpulannya, formulasi ragi 10 gram efektif dalam meningkatkan mutu fisik dan organoleptik roti manis.
Kajian Bioteknologi pada Proses Pembuatan Roti Manis Melalui Fermentasi Ragi Noviana Deam Fatima; Jumilah Gago; Lusitani Bebhe Jimin
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.728

Abstract

Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakteristik fisik dan organoleptik roti manis sebagai produk bioteknologi konvensional yang memanfaatkan ragi Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan studi literatur dengan fokus pengamatan pada penggunaan formula ragi sebanyak 10 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 10 gram ragi menghasilkan kondisi fermentasi yang optimal. Roti manis yang dihasilkan memiliki karakteristik bermutu tinggi, yaitu bertekstur lembut, mengembang, dan berpori halus akibat terperangkapnya gas pada gluten. Dari segi organoleptik, roti memiliki rasa yang enak dan gurih, aroma manis khas roti yang kuat tanpa kontaminasi aroma asam, serta visual warna cokelat kekuningan yang menarik akibat reaksi Maillard dan karamelisasi yang matang sempurna. Kesimpulannya, formulasi ragi 10 gram efektif dalam meningkatkan mutu fisik dan organoleptik roti manis.