Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Kejadian Dismenorea pada Siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025 Friska Sembiring; Amnita Andayanti Ginting; Sebrina Anastasya Br. Gultom
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.734

Abstract

Dismenore diartikan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas serta konsentrasi belajar. Faktor seperti usia menarche, keteraturan siklus menstruasi, dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam meningkatkan risiko nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dismenore pada siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025. Desain penelitian ini deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 172 siswi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswi mengalami menarche pada usia normal (10-12 tahun) dan tetap mengalami nyeri menstruasi, sedangkan siswi dengan usia menarche tidak normal (terlalu dini) cenderung mengalami dismenore dengan kategori berat. Berdasarkan siklus menstruasi normal, siswi yang memiliki siklus tidak normal (<21 hari atau >35 hari) lebih banyak didapatkan mengalami dismenore sedang hingga berat dibandingkan siswi dengan siklus menstruasi normal. Berdasarkan IMT, sebagian besar siswi berada pada kategori IMT normal, namun siswi dengan IMT tidak normal lebih sering mengalami dismenore kategori berat. Dapat disimpulkan bahwa kejadian dismenore pada siswi SMA Santo Yoseph Medan masih tinggi dan berkaitan dengan usia menarche, siklus menstruasi, serta IMT. Diharapkan siswi mampu meningkatkan manajemen kesehatan reproduksi melalui pengenalan pola menstruasi, menjaga IMT ideal, serta menerapkan teknik non-farmakologis maupun farmakologis untuk mengurangi nyeri haid.
Gambaran Kejadian Dismenorea pada Siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025 Friska Sembiring; Amnita Andayanti Ginting; Sebrina Anastasya Br. Gultom
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.734

Abstract

Dismenore diartikan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas serta konsentrasi belajar. Faktor seperti usia menarche, keteraturan siklus menstruasi, dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam meningkatkan risiko nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dismenore pada siswi di SMA Santo Yoseph Medan Tahun 2025. Desain penelitian ini deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 172 siswi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswi mengalami menarche pada usia normal (10-12 tahun) dan tetap mengalami nyeri menstruasi, sedangkan siswi dengan usia menarche tidak normal (terlalu dini) cenderung mengalami dismenore dengan kategori berat. Berdasarkan siklus menstruasi normal, siswi yang memiliki siklus tidak normal (<21 hari atau >35 hari) lebih banyak didapatkan mengalami dismenore sedang hingga berat dibandingkan siswi dengan siklus menstruasi normal. Berdasarkan IMT, sebagian besar siswi berada pada kategori IMT normal, namun siswi dengan IMT tidak normal lebih sering mengalami dismenore kategori berat. Dapat disimpulkan bahwa kejadian dismenore pada siswi SMA Santo Yoseph Medan masih tinggi dan berkaitan dengan usia menarche, siklus menstruasi, serta IMT. Diharapkan siswi mampu meningkatkan manajemen kesehatan reproduksi melalui pengenalan pola menstruasi, menjaga IMT ideal, serta menerapkan teknik non-farmakologis maupun farmakologis untuk mengurangi nyeri haid.