Septina Galih Pudyastuti
Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Developing an Instrument to Measure Student Acceptance of the Academic Information System (SIAKAD) at UNS Septina Galih Pudyastuti
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i12025p83-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas model pengukuran serta menguji hubungan antar konstruk dalam model penerimaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Instrumen penelitian mencakup konstruk Perfomance Expentancy (PE), Effort Expenctancy (EE), Sosial Influence (SI), Facilitating Conditions (FC), Behavioral Intention (BI), dan Use Behavior (UB). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar indikator memenuhi syarat validitas konvergen (loading faktor ≥ 0,5), meskipun terdapat beberapa indikator lemah. Dari segi reliabilitas, hanya konstruk Use Behavior (UB) yang memiliki reliabilitas tinggi (CR = 0,796), sementara konstruk lain berada dalam kategori cukup hingga kurang. Evaluasi model struktural menunjukkan bahwa Perfomance Expentancy (PE), Social Inflence (SI), dan Faciliating Conditions (FC) signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) maupun Use Behavior (UB), sedangkan Effort Expenctancy (EE) tidak berpengaruh signifikan. Behavioral Intention (BI) terbukti sebagai variabel mediasi yang kuat terhadap Use Behavior (UB) (β = 0,832; p < 0,001). Analisis goodness of fit mengonfirmasi bahwa model memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan data empiris (CFI = 0,983; RMSEA = 0,030). Temuan ini menekankan pentingnya kepercayaan, dukungan sosial, dan fasilitas dalam meningkatkan pemanfaatan sistem informasi, serta perlunya peningkatan kualitas instrumen untuk pengukuran yang lebih akurat di masa mendatang.