Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tindak Tutur Dan Pesan Moral Dalam Novel “Toko Tukar Tambah Nasib” Karya Lia Seplia (Kajian Pragmatik) Rospida Marianti Purba; Jumaria Sirait; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v9i2.2513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur dan pesan moral yang terdapat dalam novel Toko Tukar Tambah Nasib karya Lia Seplia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur John L. Austin yang membagi tindak tutur menjadi tiga jenis, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, membaca, menyimak, dan mencatat tuturan yang terdapat dalam novel sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Toko Tukar Tambah Nasib ditemukan berbagai bentuk tindak tutur, yaitu tindak tutur lokusi yang berfungsi menyampaikan informasi, tindak tutur ilokusi yang mengandung maksud seperti memerintah, meminta, berterima kasih, dan berjanji, serta tindak tutur perlokusi yang menimbulkan efek atau pengaruh terhadap mitra tutur. Selain itu, penelitian juga menemukan adanya pesan moral yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kekhlasan, tanggung jawab, rasa syukur, dan penerimaan diri. Novel ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diperoleh dengan menukar nasib, tetapi dengan menerima dan mensyukuri kehidupan yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur dalam novel berperan penting dalam menyampaikan pesan moral yang ingin diungkapkan pengarang. Melalui kajian pragmatik, dapat dipahami bahwa setiap tuturan memiliki makna tersirat yang menggambarkan pandangan hidup dan nilai-nilai sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Analisis Makna Umpasa Pada Proses Acara Saur Matua Budaya Batak Toba (Kajian Semantik) San Laura Limbong; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna semantik dan fungsi sosial linguistik umpasa yang digunakan dalam prosesi adat saurmatua masyarakat Batak Toba. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran bahasa sebagai media ekspresi budaya dan pewarisan nilai-nilai tradisional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan analisis konteks budaya. Data diperoleh melalui dokumentasi teks umpasa dan wawancara dengan tokoh adat Batak Toba.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpasa dalam upacara saurmatua mengandung makna konotatif dan simbolik yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, doa, dan penghormatan kepada orang yang telah mencapai kesempurnaan hidup (saurmatua). Secara linguistik sosial, umpasa berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan moral, penguatan solidaritas sosial, serta media komunikasi estetis yang mempererat hubungan kekerabatan. Dari sisi kebudayaan, umpasa memperlihatkan keterkaitan erat antara bahasa dan adat Batak Toba, terutama dalam menjaga prinsip dalihan na tolu, nilai penghormatan kepada leluhur, serta pandangan hidup mengenai kehidupan dan kematian.Kesimpulannya, umpasa dalam prosesi saurmatua tidak hanya memiliki makna semantik yang mendalam, tetapi juga berperan penting sebagai wahana pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak Toba yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.