Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN PERLAKUAN BIJI DAN KONDISI CAHAYA GELAP-TERANG TERHADAP PERTUMBUHAN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) SEBAGAI HIJAUAN PAKAN TERNAK Atik Winarti; Cindy Auvril Lysa; Nayla Stevia Lutfi; Desika Wulandari; Ruping Meirantika; Yohana Nanita Nansy Ardilla; Muhammad Helmi; Hanum Muarifah; Hanief Eko Sulistyo; Fuat Aji Hidayat
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8736

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan salah satu hijauan sebagai sumber protein ternak ruminansia. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal dengan parameter pertumbuhan berupa viabilitas benih, tinggi, dan jumlah daun pada tanaman lamtoro. Menggunakan 300 benih lamtoro (Leucaena leucocephala) yang terbagi dalam 10 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 5 benih yang diamati selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial yang terdiri dari faktor perlakuan benih sebelum tanaman (x) meliputi perendaman air suhu 28°C (P1), perendaman air suhu 70°C (P2), perendaman larutan asam sitrat 10% (P3), perendaman larutan natrium bikarbonat 10% (P4), dan penyayatan biji dengan cutter (P5) sedangkan faktor (y) merupakan kondisi cahaya selama pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi cahaya berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih (P<0,05) dan tinggi tanaman (P<0,01), namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (P>0,05). Sedangkan perlakuan benih tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas (P>0,05), tetapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman (P<0,01) dan jumlah daun (P<0,05). Perlakuan perendaman benih dengan larutan asam sitrat cenderung memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter yang diamati.