Ika Puspita Dewi
Insitut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Manajemen Pendidikan Multikultural dalam Menciptakan Budaya Sekolah Inklusif di Era Digital Alya Kurnia Rahayu; Nadhira Silmi; Pitriani Nasution; Novira Arafah; Ika Puspita Dewi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 2 July 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i2.3521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen pendidikan multikultural, pelaksanaan pendidikan multikultural, serta faktor pendukung dan penghambat dalam menciptakan budaya sekolah inklusif di era digital. Pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membangun lingkungan sekolah yang menerima keberagaman suku, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial peserta didik. Era digital membawa perubahan besar pada cara sekolah mengelola pembelajaran dan interaksi sosial, sehingga diperlukan strategi manajemen yang tepat agar nilai inklusivitas tetap terjaga. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan multikultural, manajemen pendidikan, dan budaya sekolah inklusif. Data dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai strategi yang digunakan sekolah dalam membangun budaya inklusif di tengah perkembangan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen pendidikan multikultural mencakup perencanaan kebijakan sekolah, penguatan nilai toleransi, pengembangan kurikulum berbasis keberagaman, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran dan komunikasi. Pelaksanaan pendidikan multikultural terlihat pada kegiatan pembelajaran, kegiatan sekolah, dan interaksi sosial warga sekolah. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah, peran guru, dan teknologi digital. Faktor penghambat meliputi perbedaan budaya siswa, keterbatasan pemahaman guru, serta penyalahgunaan teknologi.