Kevin Wahyu Junio Rafico
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kadiri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Rantai Pasok terhadap Margin Pemasaran Komoditas Semangka di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri Lusi Olivia Silitonga; Kevin Wahyu Junio Rafico; Azez Budi Pornomo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7685

Abstract

Semangka merupakan komoditas hortikultura unggulan yang diperdagangkan secara besar-besaran di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri. Panjangnya rantai pasok yang melibatkan empat tingkatan pelaku (petani, pemborong, pedagang grosir, dan pedagang eceran) serta besarnya margin pemasaran di setiap tingkatan menjadi permasalahan utama yang memengaruhi efisiensi distribusi dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan manajemen rantai pasok semangka, menganalisis margin pemasaran di setiap tingkatan pelaku, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efisiensinya di Pasar Grosir Ngronggo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan kunci yang terdiri dari pedagang grosir (Bapak Yasir, pemilik lima kios), pemborong/pengepul, petani pemasok, dan pedagang eceran. Analisis data dilakukan secara gabungan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta perhitungan margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok semangka varietas Madrid F1 tanpa biji di Pasar Grosir Ngronggo mencakup empat pelaku utama dengan sistem grading berbasis bobot (grade A hingga D). Total margin pemasaran mencapai Rp 9.250/kg dengan farmer’s share sebesar 28,3%, mengindikasikan efisiensi pemasaran yang masih perlu ditingkatkan. Kepercayaan antar pelaku, diversifikasi pemasok lintas daerah dan lintas pulau, serta manajemen risiko distribusi berbasis cuaca menjadi faktor kunci yang menentukan kelancaran rantai pasok semangka di pasar ini.