- Pengelolaan infrastruktur server terdistribusi dalam skala menengah hingga luas menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketersediaan layanan (availability) dan stabilitas performa sistem. Pemantauan (monitoring) yang dilakukan secara simultan terhadap banyak node target sering kali memicu lonjakan beban kerja (overhead) baik pada sisi server manajer maupun pada lalu lintas jaringan. Penelitian ini mengimplementasikan sistem pemantauan server terdistribusi berbasis sistem operasi Debian menggunakan protokol Simple Network Management Protocol (SNMP) yang diintegrasikan dengan algoritma penjadwalan Round Robin. Metode penelitian dilakukan dengan mengonfigurasi SNMP Agent pada beberapa node target (10.28.126.220, 10.28.126.221, dan 10.28.126.222) serta membangun skrip otomatisasi berbasis Bash Shell pada server manajer untuk mengeksekusi penarikan data secara sekuensial. Algoritma Round Robin diterapkan sebagai basis antrean untuk menjamin asas keadilan (fairness) dan keteraturan waktu pemindaian (polling interval) antar-node. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengumpulkan data performa CPU Idle secara real-time melalui Object Identifier (OID) .1.3.6.1.4.1.2021.11.11.0. Namun, pengujian awal menemui kendala teknis berupa kegagalan pemuatan data akibat pembatasan akses MIB View bawaan (systemonly) pada berkas snmpd.conf server target. Solusi diaplikasikan dengan melakukan rekonfigurasi hak akses komunitas SNMP menjadi cakupan penuh (view all included). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode SNMP dan algoritma Round Robin mampu mereduksi potensi kongesti jaringan pada sistem monitoring terdistribusi dan memberikan visibilitas performa yang akurat.