Meningkatnya kompleksitas persoalan keagamaan dan kerentanan keluarga Muslim menunjukkan bahwa dakwah yang hanya berorientasi pada ceramah tidak lagi memadai. Keluarga memerlukan pendekatan dakwah yang terkelola secara sistematis, terukur, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Moderasi Beragama sehingga fungsi edukatif, protektif, dan sosial keluarga dapat berjalan secara optimal. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana moderasi beragama dapat diintegrasikan ke dalam kerangka manajemen dakwah keluarga serta kontribusinya terhadap penguatan ketahanan keluarga Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka terhadap literatur manajemen dakwah, dokumen kebijakan Kementerian Agama terkait Moderasi Beragama, serta kerangka ketahanan keluarga menurut BKKBN dan perspektif keislaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap keragaman terbukti memperkuat pola komunikasi, stabilitas emosi, dan pola asuh keluarga. Ketahanan keluarga yang terbentuk berperan meningkatkan efektivitas dakwah karena keluarga menjadi agen dakwah yang memiliki kecerdasan spiritual, sosial, dan emosional. Integrasi nilai moderasi dalam manajemen dakwah juga menghasilkan proses dakwah yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial serta mendukung terbangunnya ekosistem dakwah keluarga yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi dakwah keluarga sebagai strategi penguatan ketahanan keluarga Muslim di era kontemporer.