Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Validitas Konstruk dan Reliabilitas Flourishing Scale (FS) : Tinjauan Confirmatory Factor Analisys (CFA) Dewi Setyowati; Diah Cahyaningrum; Abtik Sutantriati; Sendika Hari Lestari; Dwi Indah Ratnawati
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7369

Abstract

Flourishing merupakan tingkat kesejahteraan tertinggi yang mengintegrasikan pendekatan hedonic dan eudaimonic, dengan pandangan bahwa kesejahteraan tidak hanya terbatas pada kebahagiaan, tetapi juga pada optimalisasi potensi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi serta menguji properti psikometri Skala Flourishing (Flourishing Scale/FS) yang dikembangkan oleh Diener et al. (2009) dalam konteks budaya Indonesia. Skala asli terdiri dari delapan aitem yang mengukur delapan aspek, yaitu tujuan hidup, hubungan sosial, keterlibatan, kontribusi, kompetensi, kebajikan/nilai moral, optimisme, dan harga diri. Proses adaptasi dilakukan melalui tahapan terjemahan, sintesis, back translation, dan expert judgment. Data dikumpulkan dari 222 responden menggunakan teknik quota sampling dengan skala Likert tujuh poin. Uji validitas konstruk dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak JASP, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Hasil CFA menunjukkan bahwa model satu dimensi (unidimensional) memiliki kecocokan yang memadai dengan data empiris. Indeks kecocokan model menunjukkan hasil yang baik, ditunjukkan oleh nilai CFI = 0,960, NFI = 0,914, GFI = 0,960, SRMR = 0,045, dan RMSEA = 0,059. Seluruh aitem memiliki loading factor signifikan (> 0,600), dengan aitem kebajikan/nilai moral dan keterlibatan sebagai indikator paling dominan. Selain itu, skala menunjukkan konsistensi internal yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,802. Dengan demikian, Skala Flourishing adaptasi Indonesia terbukti valid dan reliabel untuk mengukur flourishing pada populasi penelitian, serta berpotensi digunakan dalam asesmen psikologis, penelitian, dan praktik di bidang industri/organisasi, pendidikan, dan klinis.
KEPUASAN PERNIKAHAN DALAM KONTEKS BUDAYA YOGYAKARTA: TINJAUAN PSIKOLOGI POSITIF DAN PSIKOLOGI INDIGENOUS Dwi Indah Ratnawati; Nina Fitriana
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7891

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan psikologis individu dan keluarga. Dalam konteks Yogyakarta yang kental dengan budaya Jawa dan religiusitas Islam, kepuasan pernikahan dimaknai tidak hanya sebagai evaluasi subjektif terhadap hubungan pasangan, tetapi juga sebagai bagian dari harmoni sosial dan spiritual. Artikel ini bertujuan meninjau kepuasan pernikahan dari perspektif Psikologi Positif dan Psikologi Indigenous melalui studi literatur. Kajian dilakukan terhadap artikel nasional dan internasional yang membahas kepuasan pernikahan, mindfulness, gratitude, resiliensi, religiusitas, serta nilai budaya Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh kekuatan psikologis seperti emosi positif, rasa syukur, resiliensi, dan mindfulness, serta nilai budaya seperti rukun, nrimo, tepa selira, dan makna religius pernikahan. Integrasi kedua perspektif memperlihatkan bahwa kepuasan pernikahan merupakan hasil interaksi antara faktor personal dan konteks budaya.
ANTARA DIAM DAN MELEDAK: ASERTIVITAS SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PSIKOLOGIS YANG ADAPTIF DALAM KONTEKS BUDAYA KOLEKTIVISTIK Dwi Indah Ratnawati
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7989

Abstract

Asertivitas merupakan keterampilan komunikasi psikologis yang memungkinkan individu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara jujur tanpa melanggar hak orang lain. Namun, dalam praktik sosial, individu sering terjebak pada dua respons ekstrem, yaitu kepasifan dan agresivitas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep asertivitas sebagai strategi komunikasi yang adaptif dan relevan dalam konteks budaya kolektivistik, khususnya masyarakat dengan nilai harmoni sosial yang kuat. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah teori-teori psikologi klasik dan kontemporer serta hasil penelitian empiris terkait asertivitas dan kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa asertivitas berperan penting dalam meningkatkan regulasi emosi, kualitas relasi interpersonal, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun demikian, penerapan asertivitas dalam budaya kolektivistik memerlukan penyesuaian agar selaras dengan norma sosial dan nilai budaya setempat. Artikel ini menegaskan bahwa asertivitas yang sensitif budaya dapat menjadi jalan tengah yang bijak antara diam dan perilaku agresif, sekaligus berkontribusi pada kohesi sosial dan kesehatan mental individu.