Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Literasi Digital dan Kesiapan Teknologi terhadap Keberlanjutan Bisnis UMKM Kuliner dalam Konteks Pemanfaatan QRIS di Kabupaten Bekasi Kayla Sejatining Pangesti; Sigit Anggoro; Dea Destiani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7953

Abstract

Transformasi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi berbagai teknologi, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebagai sistem pembayaran digital. Namun, keberhasilan pemanfaatan QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh literasi digital dan kesiapan teknologi pelaku usaha dalam mengelola aktivitas bisnis secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital dan kesiapan teknologi terhadap keberlanjutan bisnis UMKM kuliner pengguna QRIS di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 155 pelaku UMKM kuliner yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Literasi digital diukur berdasarkan kerangka Digital Competence Framework (DigComp 2.1), sedangkan kesiapan teknologi diukur menggunakan Technology Readiness Index (TRI). Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 melalui evaluasi outer model, inner model, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan kesiapan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis UMKM kuliner pengguna QRIS. Kesiapan teknologi memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan literasi digital, yang menunjukkan bahwa kesiapan pelaku usaha dalam menerima dan memanfaatkan teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha. Temuan penelitian ini memperkuat perspektif Resource-Based View (RBV) dan Technology Readiness Index (TRI) bahwa kapabilitas digital dan kesiapan teknologi merupakan sumber daya strategis yang mendukung keberlanjutan bisnis UMKM. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, Bank Indonesia, dan lembaga pendamping UMKM dalam merancang program peningkatan literasi digital serta kesiapan teknologi guna memperkuat transformasi digital dan keberlanjutan UMKM.