Nurmisda Ramayani
Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Tartil dalam Kemampuan Menghafal Al-Qur’an pada Santri Kelas IX MTs Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam Elfiana Nehe; Nurmisda Ramayani
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2915

Abstract

Membaca Al-Qur’an bagi umat muslim merupakan ibadah kepada Allah SWT. Membaca Al-Qur’an memang tidak mengutamakan pada penyerapan dan pemahaman melaui transfer informasi semata, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan. Untuk itu guru di Pondok Pesantren Tajussalam Besilam memberikan upaya kepada santri agar dapat memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an salah satunya yaitu dengan penerapan metode tartil ini. Metode tartil adalah cara membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan cara pelan dan perlahan serta mengucapkan huruf-huruf dari mahrajnya dengan tepat. Membaca pelan dan tepat maka dapat terdengar dengan jelas masingmasing hurufnya dan tajwidnya. Berdasarkan permasalahan di atas pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode tartil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santri Pondok Pesantren Modern Tajussalam Besilam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode tartil dalam kemampuan menghafal Al-Qur’an pada santri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan teknik pengumpul data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru bidang studi Al-Qur’an. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tartil ini adalah sebuah upaya yang dilakukan guru dalam membantu santri untuk memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Setelah menggunakan metode tartil ini dapat terlihat perbedaan pada siswa dalam hal membaca sekaligus menghafal yaitu meski santri belum maksimal menghafal namun guru terus melakukan upaya tersebut agar siswa dapat membaca dan menghafal dengan baik.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis STEM Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS Kelas V MIS Rantau Panjang Nurhaliza Nurhaliza; Diani Syahfitri; Nurmisda Ramayani
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V dengan materi Harmoni dalam Ekosistem di MIS Rantau Panjang serta untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas V MIS Rantau Panjang. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara, angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis (pretest dan posttest). Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase kelayakan dan uji efektivitas menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis STEM yang dikembangkan memperoleh penilaian dengan kategori sangat valid dari ahli materi (skor 65,6%), ahli desain (skor 100%), dan ahli bahasa (skor 95,8%), serta sangat praktis berdasarkan respon guru (skor 87,5%) dan juga siswa (skor 100%). Hasil Uji efektivitas melalui melalui analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan skor 0,80 dan berkategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul ajar berbasis STEM dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.