Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasterisasi Kecamatan di Kabupaten Asahan Berdasarkan Indikator Pendidikan SMA Menggunakan K-Means Oktopanda; Andrian Syahputra
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 5 No 07 (2026): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disparities among districts in the number of schools, teachers, and students can signal unequal capacity in senior high school service provision. Building on this issue, the present study clusters the districts of Asahan Regency according to senior high school education indicators for the 2025/2026 academic year, applying the K-Means algorithm. Secondary data obtained from the Statistics of Asahan Regency, covering the number of schools, teachers, and students, were subsequently transformed into three ratios: student-to-teacher, student-to-school, and teacher-to-school. All variables were standardized through Z-scores, whereas the optimal number of clusters was determined using the Elbow Method together with the Silhouette Score and Davies-Bouldin Index. Out of 25 districts in total, only 18 could be included in the clustering process, while the remaining seven districts with zero values were examined separately. The evaluation results indicate that a two-cluster configuration performs best, yielding a Silhouette Score of 0.491 and a Davies-Bouldin Index of 0.701. The first cluster contains 16 districts characterized by a relatively low-to-moderate service scale, whereas the second cluster consists solely of West Kisaran City and East Kisaran City, both showing markedly higher concentrations of schools, teachers, and students. These findings are expected to serve as preliminary information for assessing the equitable distribution of senior high school services in Asahan Regency.
ALAT PENDETEKSI UANG UNTUK PENYANDANG TUNANETRA DENGAN OUTPUT SPEAKER BERBASIS ARDUINO UNO Herbert Tambunan; Monfride R Simanjuntak; Oktopanda
Jurnal Bisantara Informatika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Bisantara Informatika (JBI) Vol. 9 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer PARBINA NUSANTARA Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembacaan uang kertas pada manusia normal berbeda pada penyandang tunanetra. Manusia normal dapat mendeteksi nominal uang antara pecahan yang satu dengan yang lainnya dengan melihat, meraba dan menerawang. Sedangkan penyandang tunanetra memiliki keterbatasan fisik dalam membedakan nominal pecahan satu dengan lainnya. Para tunanetra selama ini menggunakan cara konvensional seperti melipat pada bagian uang untuk melihat beda nominal uang tersebut dengan meraba tekstur pada setiap nominal uang. Pemanfaatan alat pendeteksi uang dengan output speaker dapat membantu para penyandang tunanetra untuk memudahkan ketika melakukan proses transaksi seperti berdagang ataupun aktivitas ekonomi lainnya. Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk mengembangkan teknologi bagi penyandang disabilitas.Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sebuah alat pendeteksi uang bagi penyandang tunanetra menggunakan Arduno Uno, sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi nominal uang, DFplayer mini dan speaker untuk keluaran suara. Objek uang diletakkan di dalam kotak dengan ukuran 15 cm x 10 cm x 2 cm Sensor warna TCS3200 mendeteksi nilai RGB dari objek uang yang kemudian diproses dalam mikrokontroler Arduino Uno. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat bekerja dengan baik, seperti dapat mengidentifikasi nilai nominal uang kertas sebesar Rp 1.000 hingga Rp 100.000. Uang yang dimasukkan akan dibaca sensor sensor warna TCS3200 kemudian keluaran suara akan diproses oleh DFPlayer mini dan di input menuju speaker sebagai keluaran hasilnya berupa nominal uang yang terdeteksi pada alat.