Aan Rosanti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Kejadian Kehamilan Remaja di RSUD Kota Bekasi Aan Rosanti
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/kwpwgc26

Abstract

Kehamilan remaja pada tahun 2018 yaitu sebanyak 174 kasus kehamilan remaja dari jumlah ibu hamil 4.340 orang (4,01%) dilihat dari data rekam medik di RSUD Kota Bekasi. Tujuan penulisan mengetahui gambaran kejadian kehamilan pada remaja di RSUD Kota Bekasi pada Tahun 2018 dengan metode deskriptif. Saat melakukan penetitian ditemukan bahwa distribusi frekuensi kehamilan remaja di RSUD Kota Bekasi tahun 2018 terdapat 174 orang (4%). Distribusi frekuensi kehamilan remaja berdasarkan usia di RSUD Kota Bekasi tahun 2018 sebagian besar pada usia remaja akhir sebesar 174 orang (100%). Distribusi frekuensi kehamilan remaja berdasarkan pendidikan di RSUD Kota Bekasi tahun 2018 sebagian besar dengan tingkat pendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas) sebesar 99 orang (56,9%). Distribusi frekuensi kehamilan remaja berdasarkan jenis persalinan di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018 sebagian besar dengan seksio sesarea sebesar 122 orang (70.1%). Kesimpulan gambaran kejadian kehamilan remaja di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018 berdasarkan usia 174 orang (100%) pendidikan 99 orang (56.9%), jenis persalinan 122 orang (70.1%). Saran untuk penelitian ini agar lebih lanjut menambahkan variabel yang lain untuk mendapatkan hasil dengan maksimal tentang kehamilan remaja.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Luka Perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa Aan Rosanti
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/ac3zgq73

Abstract

Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi pada masa nifas. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan luka perineum dapat menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi lebih lama dan meningkatkan risiko komplikasi setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia 20–35 tahun sebanyak 22 orang (73,3%), berpendidikan SMA sebanyak 14 orang (46,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 18 orang (60%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum sebagian besar berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 15 orang (50%), kategori baik sebanyak 9 orang (30%), dan kategori kurang sebanyak 6 orang (20%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang perawatan luka perineum. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dan konseling oleh tenaga kesehatan agar pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan luka perineum menjadi lebih baik.
Karakteristik Neonatus dengan Hiperbilirubin di RS Ananda Bekasi Aan Rosanti
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/pkth2y02

Abstract

Hiperbilirubin adalah suatu kadar serum total yang lebih dari 5 mg/di disebabkan oleh predisposisi neonatal untuk memproduksi bilirubin dan keterbatasan kemampuan untuk mengekskresikannya. 80% bayi meninggal terjadi saat berumur 1-11 bulan. Di RSCM tahun 2007, presentasi hiperbilirubin pada bayi cukup bulan sebesar 32,1% dan pada bayi kurang bulan sebesar 42,95% pada bayi Duta di RS Ananda Bekasi pada tahun 2014 tercatat 175 (60.3%) bayi mengalami hiperbilirubin dari 290 jumlah bayi yang dirawat dan pada tahun 2015 tercatat 166 (64%) bayi mengalami hiperbilirubin dari 259 jumlah bayi yang dirawat. Duri 166 (64%) bayi dengan hiperbilirubin kelompok usia gestasi 37-42 minggu menduduki presentase tertinggi sebesar 154 orang (92,8%), Berdasarkan berat badan lahir presentase tertinggi berat lahir normal ormal sebesar sebesar 156 bayi (94%). Berdasarkan jenis persalinan presentase tertinggi section securca sebesar 89 orang (53,6%). Sodangkan berdasarkan jenis kelamin, angka tertinggi adalah laki-laki sebesar 103 bayi (62%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk memberikan asuhan neonatal terutama yang berkaitan dengan neonates dengan hiperbilirubin.