This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Muhammad Fikri
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (Studi Literatur) Muhammad Fikri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.17208

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB). Perbedaan karakteristik dan keterbatasan peserta didik berkebutuhan khusus menuntut guru PAI menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam terhadap anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (literature research). Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi pembelajaran guru PAI di SLB. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru PAI di SLB bersifat variatif dan disesuaikan dengan jenis kebutuhan khusus peserta didik. Strategi yang banyak digunakan meliputi pembelajaran langsung, pembelajaran individual, pembelajaran kooperatif, ceramah singkat, demonstrasi, serta modifikasi perilaku. Pada peserta didik tunarungu, strategi ekspositori dan komunikasi total lebih dominan, sedangkan pada peserta didik tunagrahita strategi pembelajaran langsung dan demonstrasi dinilai lebih efektif. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI di SLB tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang fleksibel, empatik, dan berorientasi pada pembentukan karakter religious.