Odien Rosidin
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKUISISI FONOLOGI PADA ANAK AUTISME DALAM KONTEKS PERCAKAPAN SEHARI-HARI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Khaeriyah Khaeriyah; Odien Rosidin
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6623

Abstract

Bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari sangatlah penting sebagai alat interaksi sosial. Dengan berbahasa manusia bisa mengungkapkan pikiran, gagasan, emosi, dan perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan fonologi yang dilihat dari bentuk fonetik ujaran anak autisme usia 7 tahun. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari seorang anak laki-laki yang berinisial ZF sebagai responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pemerolehan fonologi pada anak autis usia 7 tahun tergolong lamban karena anak belum mampu mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa dengan jelas terutama mengeluarkan fonem di awal kata bahkan akhir kata. Akan tetapi, makna kata yang di ucapkan dapat dimengerti orang lain. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa responden telah mampu menghasilkan beberapa bunyi atau fonem yang ada dalam bahasa Indonesia. Responden juga telah mampu menghasilkan fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.Kata Kunci : Percakapan, Fonologi, Autisme, Psikolinguistik
PENGARUH GANGGUAN BERBAHASA BERBICARA GAGAP DALAM KOMUNIKASI PADA REMAJA 17 TAHUN Rizki Fahmi; Odien Rosidin
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7294

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan menitik beratkan pada bahasa sebagai objek formalnya, titik fokus penelitian ini terdapat pada gangguan berbahasa berbicara gagap dalam komunikasi pada remaja usia 17 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa penyebab gangguan berbahasa bicara gagap dan bagaimana psikologi dari mental kepercayaan dirinya yang memiliki gangguan berbahasa bicara gagap. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dengan memperoleh data melalui metode wawancara kepada remaja yang mengidap gangguan gagap serta mewawancarai keluarga dan teman-teman dari remaja tersebut. Dengan objek penelitian yang berfokus pada komunikasi tuturan oleh seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang mengalami gangguan berbicara gagap. Hasil dari penelitian ini bahwa gangguan berbicara gagap bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantarnya faktor kondisi suasana saat bicara, faktor genetik, faktor yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu yang dikonsumsi secara jangka panjang, dan faktor pada gangguan syaraf yang terlibat dalam kemampuan berbicara (neurogenik). Pengidap gangguan berbicara gagap akan tetap tampil dengan percaya diri apabila adanya dorongan yang positif serta dukungan dari keluarga dan teman sejawatnya yang dapat menerima kondisi dari pengidap gangguan berbicara gagap, sehingga mentalnya terjaga tetap sehat, dapat terus bersosialisasi, bermasyarakat, bergaul dengan temannya tanpa takut adanya pengucilan. Dengan demikian dimana pun tempat dan kapanpun waktunya remaja yang mengidap gangguan berbicara gagap ini akan tetap tampil apa adanya dengan percaya diri.Kata kunci: Gangguan Berbicara, Bahasa, Gagap.
KEMAMPUAN SINTAKSIS ANAK USIA DUA TAHUN SEPULUH BULAN DITINJAU MELALUI MEAN LENGTH OF UTTERANCE Mayang Santika Dewi; Khaeriyah Khaeriyah; Odien Rosidin
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8175

Abstract

Akuisisi atau pemerolehan bahasa pada anak merupakan salah satu kajian yang menarik dalam psikolinguistik. Pemerolehan bahasa termasuk pada kajian ilmu psikolinguistik. MLU merupakan pengukur untuk perkembangan sintaksis anak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatuif. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak berusia 2,10 tahun. Objeknya penelitian ini ialah MLU anak perempuan berusia 2 tahun 10 bulan (34 bulan). Teknik pengumpulan data menggunakan ajakan mengobrol bersama, kemudian direkam melalui rekaman suara, video, dan catat atau trankrip. Pemerolehan bahasa subjek penelitian dalam produksi kosakata sangat baik, sesuai dengan teori MLU Brown. Subjek penelitian telah mampu bertutur mulai dari satu kata sampai delapan kata. Subjek penelitian mampu menuturkan beberapa jenis kata yaitu nomina, verba, adjektiva, dan adverbia. Subjek penelitian mampu menuturkan pola kalimat dasar seperti FN + FN, FN + FV, dan FN + Adv.Kata Kunci: Sintaksis, Mean Length of Utterance
Tradisi Ziarah di Banten sebagai Cermin Kearifan Lokal dalam Pendidikan Linda Lusiana Cahyawibawa; Hafidh Amanatul Mulki; Dahlia Kusumawati; Odien Rosidin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tradisi ziarah dalam menanamkan nilai pendidikan karakter, seperti religiositas, toleransi, penghormatan terhadap leluhur, dan kebersamaan. Berlandaskan teori dari Semi dalam Endraswara (2003:4-5), penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif yang dilakukan dengan maksud membuat deskripsi, sebuah gambaran, atau analisis secara otomatis. Teknik pengumpulan data diambil dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal ini menandakan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara tradisi ziarah dan sistem Pendidikan di Indonesia. Selain mengandung nilai sejarah, ziarah juga syarat akan makna religi bagi peserta didik. Nilai yang terkandung di antaranya adalah (1) Nilai Religius, (2) Nilai Moral dan Etika, (3) Nilai Sosial dan Kebersamaan, (4) Nilai Sejarah dan Budaya Lokal, dan (5) Nilai Edukatif Keteladanan.