Miftahulkhairah Anwar
State University of Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGAMBARAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA SURAT KABAR DARING: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARAH MILLS Prayogo Hadi Sulistio; Yumna Rasyid; Miftahulkhairah Anwar
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7290

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi salah satu isu hangat pada surat kabar online. Korban KDRT sebagian besar adalah kaum perempuan, namun ada kemungkinan kaum pria juga bisa mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) posisi subjek-objek dalam dua artikel berita yang diterbitkan oleh detik.com dengan topik KDRT; 2) posisi penulis-pembaca dalam dua artikel berita yang dimuat detik.com dengan topik KDRT. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian adalah kutipan mengenai analisis wacana kritis model Sara Mills. Sumber data penelitian ini yaitu artikel berita detik.com yaitu berita mengenai Lesti Kejora Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga Berulang Kali yang terbit pada Sabtu, 8 Oktober 2022; dan Pria Arab Siram Istri pakai Air Keras Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana diterbitkan pada Senin, 22 November 2022. Teknik pengumpulan menggunakan Teknik baca dan catat yaitu peneliti membaca artikel yang digunakan dalam penelitian dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan analisis wacana kritis model Sara Mills. Teknik analisis data yang digunakan yaitu 1) membaca artikel berita dengan seksama; 2) mengidentifikasi posisi subjek-objek; 3) mengidentifikasi posisi penulis-pembaca; 4) menghubungkan data yang ditemukan dengan menggunakan analisis wacana kritis Model Sara Mills tentang penggambaran perempuan dalam topik KDRT; 5) menarik kesimpulan dari analisis. Temuan menunjukkan bahwa perempuan digambarka sebagai korban KDRT. Subjek pemberitaan cenderung merasionalisasi KDRT dengan menyalahkan korban dalam hal ini perempuan. Para komentator juga memiliki perspektif yang berbeda. Sisi pertama mendukung korban. Pihak kedua mencoba menyalahkan korban dengan tuduhan yang tidak terbukti.Kata kunci: KDRT, Wacana Kritis, Sarah Mills
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Interaksi Netizen dan Grok AI pada Platform X: Kajian Pragmatik Renadini Nurfitri; Miftahulkhairah Anwar; Siti Drivoka Sulistyaningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam interaksi netizen dengan kecerdasan buatan Grok AI pada platform X. Berlandaskan kerangka model ketidaksantunan Culpeper (2017) dan teori semiotik Roland Barthes (1972), penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi. Data penelitian berupa tweet yang memuat interaksi netizen dengan Grok dianalisis berdasarkan lima jenis strategi ketidaksantunan: ketidaksantunan tanpa basa-basi (bald on-record impoliteness), ketidaksantunan positif (positive impoliteness), ketidaksantunan negatif (negative impoliteness), sarkasme atau kesantunan palsu (sarcasm or mock politeness), dan penghilangan kesantunan (withholding politeness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketidaksantunan tanpa basa-basi menjadi bentuk yang paling banyak muncul (42%), diikuti oleh strategi ketidaksantunan negatif (38%), ketidaksantunan sarkasme atau kesantunan palsu (8%), serta ketidaksantunan positif (6%). Selain memperkaya cakupan dari kajian pragmatik, hasil penelitian ini dapat juga dijadikan sebagai acuan bagi pengembang dalam mengevaluasi respons ketidaksantunan yang dihasilkan Grok AI agar tetap mempertahankan nila-nilai etika ketika berinteraksi dengan penggunanya.