Azkia Avenzoar
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa TImur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI POLA PENATAAN RUANG PADA PASAR TRADISIONAL GEMPOLKEREP, KABUPATEN MOJOKERTO Faizah Choirunnisa; Azkia Avenzoar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4237

Abstract

Abstract: This research is motivated by the condition of Pasar Gempolkerep which affects the productivity of buying and selling transaction activities in it which has an impact on the economy of Gempolkerep Village and its surroundings. The muddy conditions, the irregular position of the traders' kiosks, the location of the market at the entrance to the village make the face of the village look shabby and the buying and selling transactions in it are uncomfortable and irregular. These problems occur due to the confusion of the spatial division zone. Article 28 I paragraph (3) and Article 32 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia explain that traditional markets are a reflection of local wisdom and part of Indonesian national culture that must be preserved. The existence of the market is very vital for the economic joints of Gempolkererep Village and its surroundings. Most residents depend on their economy on this village market. Because of its very vital function, the village government makes the management of this market a priority, including its arrangement. According to Ching (1996) spatial planning patterns are spatial arrangements that are related to each other according to function, proximity, or circulation flow so that they are organized into spatial patterns that are closely related to each other or coherent. If the spatial pattern or spatial zone is considered appropriate, then the productivity of the community engaged in activities in it will be guaranteed and of course this will have a positive impact on the economy of Gempolkerep Village and its surroundings. The purpose of this study is to evaluate the existing spatial pattern so that it can later produce the right spatial zone for Pasar Gempolkerep. This study uses a method with a qualitative category through location surveys and literature studies. From this study, it is hoped that the spatial zone of Pasar Gempolkerep will be organized so that the productivity of economic activities in it increases and creates better market conditions. Keyword: spatial pattern, traditional market, dry zone, wet zone Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pasar Gempolkerep yang mempengaruhi produktifitas kegiatan transaksi jual beli didalamnya yang mana berdampak pada ekonomi Desa Gempolkerep dan sekitarnya. Kondisi becek, tak teraturnya posisi kios pedagang, letak pasar pada jalan masuk desa menjadikan wajah desa menjadi kumuh serta transaksi jual beli didalamnya tidak nyaman dan tidak teratur. Permasalahan tersebut terjadi akibat rancunya zona pembagian ruang.  Pasal 28 I ayat (3) dan pasal 32 ayat (1) UUD Republik Indonesia Tahun 1945 menjelaskan bahwa pasar tradisional merupakan gambaran kearifan lokal dan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia yang harus dilestarikan. Keberadaan pasar sangat vital bagi sendi perekonomian Desa Gempolkererep dan sekitar. Sebagian besar warga menggantungkan perekonomiannya pada pasar desa ini. Karena fungsinya yang sangat vital maka pemerintah desa menjadikan pengelolaan pasar ini prioritas, termasuk segi penataannya. Menurut Ching (1996) pola tata ruang adalah susunan ruang yang memiliki kaitan satu dengan lainnya menurut fungsi, kedekatan, atau alur sirkulasi sehingga terorganisir menjadi pola – pola bentuk ruang yang berkaitan erat satu sama lain atau koheren. Apabila pola tata ruang atau zona ruang dinilai sudah tepat, maka produktifitas masyarakat yang berkegiatan di dalamnya akan terjamin dan tentu hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Gempolkerep dan sekitar. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pola tata ruang yang ada agar nantinya dapat menghasilkan zona ruang yang tepat bagi Pasar Gempolkerep. Penelitian ini menggunakan metode dengan kategori kualitatif melalui survei lokasi dan studi literatur. Dari penelitian ini diharapkan zona ruang Pasar Gempolkerep tertata sehingga produktifitas kegiatan ekonomi di dalamnya meningkat dan menciptakan kondisi pasar lebih baik. Kata Kunci: pola tata ruang, pasar tradisional, zona kering, zona basah
Analisis Penerapan Prinsip Desain Universal untuk Meningkatkan Aksesibilitas di Tugu Pahlawan Surabaya antonio wishardian; Azkia Avenzoar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i4.4361

Abstract

Abstract: Tugu Pahlawan in Surabaya is a historic public area that serves as both a city landmark and an educational tourist destination. As a public space, it should be accessible to all groups, including persons with disabilities. This research aimed to analyze the extent to which universal design principles have been implemented at Tugu Pahlawan to enhance accessibility and comfort for all visitors. The method used was a descriptive qualitative approach through direct observation, visual documentation, interviews with site management, and literature review based on the Ministry of Public Works and Housing Regulation No. 14 of 2017 regarding the 7 principles of universal design. The results show that 5 out of the 7 universal design principles have been adequately applied, including the presence of ramps, elevators, audio QR codes, and flat pedestrian paths. However, there are still shortcomings in certain aspects such as the absence of guiding blocks for the visually impaired, information in sign language, and accessible toilet facilities for people with disabilities. Keyword: Universal design, Accessibility, Public space, Disability, Tugu Pahlawan Surabaya. Abstrak: Tugu Pahlawan di Surabaya merupakan kawasan publik bersejarah yang menjadi ikon kota sekaligus destinasi wisata edukatif. Sebagai fungsi publik, kawasan ini seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip desain universal diterapkan di Tugu Pahlawan guna meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi visual, wawancara dengan pengelola, serta studi pustaka dengan acuan Permen PUPR No. 14 Tahun 2017 tentang 7 prinsip desain universal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 prinsip universal sudah cukup menerapkan 5 prinsip dan 2 prinsip belum cukup menerapkan prinsip, seperti adanya ramp, lift, QR code audio, dan jalur pedestrian datar. Namun, masih ditemukan kekurangan pada beberapa aspek seperti guiding block untuk tunanetra, informasi dalam bahasa isyarat, dan fasilitas toilet khusus disabilitas. Kata Kunci: Desain universal, Aksesibilitas, Ruang publik, disabilitas, Tugu Pahlawan Surabaya