Pendahuluan: Lansia rentan mengalami perdarahan gusi, salah satunya akibat cara menyikat gigi yang kurang tepat. Teknik menyikat gigi yang salah, seperti arah dan tekanan yang tidak sesuai, dapat memicu iritasi gusi serta menyebabkan sisa makanan tidak terangkat secara optimal. Permasalahan yang ditemukan adalah tingginya kejadian perdarahan gusi saat menyikat gigi pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya Tahun 2024, yang didukung oleh masih buruknya rata-rata cara menyikat gigi pada kelompok lansia. Tujuan: menganalisis hubungan cara menyikat gigi dengan perdarahan gusi pada lansia di Posyandu Lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya Tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 36 lansia. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur cara menyikat gigi dan lembar pemeriksaan untuk mengidentifikasi perdarahan gusi. Teknik analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian : Rata-rata cara menyikat gigi lansia setelah dilakukan observasi termasuk dalam kategori buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara cara menyikat gigi dengan perdarahan gusi pada lansia di Posyandu lansia Kampung Mustika Baru Ngagel Surabaya, dengan nilai asymp.sig (a) menunjuukan nilai 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Semakin baik cara menyikat gigi pada lansia, maka risiko perdarahan gusi semakin menurun. Penelitian ini menyajikan kebaruan data berbasis komunitas Posyandu Lansia yang menegaskan hubungan signifikan antara praktik menyikat gigi yang dinilai secara langsung dengan kejadian perdarahan gusi pada lansia.