Salwa Aisha Labibah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA REDUPLIKASI BAHASA INDONESIA PADA BUKU KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PELANGI KARYA NELLY MARTIN Aristi Rosiana Dewi Rosiana; Nazwa Khoerunisa Nurjanah; Salwa Aisha Labibah; Encep Kusumah
ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v4i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses pembentukan, serta fungsi reduplikasi bahasa Indonesia dalam buku kumpulan cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian berupa buku kumpulan cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin yang diterbitkan oleh PT Grasindo tahun 2014. Data penelitian berupa satuan kebahasaan yang mengandung proses reduplikasi, meliputi reduplikasi utuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi perubahan bunyi, dan reduplikasi dasar berafiks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan teknik klasifikasi data. Analisis data menggunakan metode agih dan metode padan untuk mengidentifikasi bentuk dasar, proses pembentukan, serta fungsi penggunaan reduplikasi dalam teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi utuh sebesar 57,1% merupakan bentuk yang paling dominan ditemukan dalam buku cerpen Perempuan Pelangi karya Nelly Martin. Ditemukan pula reduplikasi sebagian 1,7%, reduplikasi perubahan bunyi 9,2%, serta reduplikasi dasar berafiks dengan prefiks ber-, meN-, ter-, berkonfiks ber-an, se-nya, berkonfiks me-kan dan me-i, serta bersufiks -an 31,9%. Penggunaan reduplikasi dalam cerpen tidak hanya berfungsi secara gramatikal, tetapi juga memiliki fungsi estetis dan ekspresif untuk memperkuat suasana, penegasan makna, intensitas tindakan, serta penggambaran emosi tokoh dalam cerita.