Julius Sentosa Setiadji
Prodi Teknik Elektro dan Prodi Pendidikan Profesi Insinyur, Universitas Kristen Petra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kesadaran dan Penerapan Sistem Pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Depo Kontainer di PT. X Fransiskus Xaverius Yulio Arifin; Julius Sentosa Setiadji
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.7-16

Abstract

Kegiatan operasional depo kontainer memiliki karakteristik yang cukup dinamis terjadi pada kondisi ruang terbuka sepanjang waktu, waktu pelaksanaan tidak henti alias 24 jam, jumlah pekerja yang cukup banyak, dan penggunaan alat berat yang setiap waktu menciptakan potensi bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja yang cukup besar. Pengendalian potensi bahaya yang kurang baik tidak hanya menimbulkan kecelakaan kerja, namun juga dapat menciptakan kehilangan nyawa pekerja. Penerapan sistem pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja menjadi langkah strategis untuk menekan potensi kecelakaan kerja dengan memprioritaskan kategori – kategori yang berhubungan signifikan dengan tingkat kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 dari 8 ketagori meemiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yaitu : pendidikan, pengetahuan pemahaman K3, penyediaan fasilitas, dan pengalaman kerja di PT X. Selain itu, penerapan sistem pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sudah berjalan dengan baik dengan SMK3 yang hampir sepenuh dijalankan oleh manajemen, namun butuh ditingkatkan guna menurunkan angka kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Dengan demikian perusahaan dapat membuat strategi yang mengacu pada 4 kategori yang berhubungan signifikan dengan tingkat kesadaran K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Etika Persepsi Masyarakat Terhadap Revitalisasi Halte BRT Nuvika Razak; Julius Sentosa Setiadji
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.33-42

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah halte Bundaran HI dan M.H Thamrin yang telah direvitalisasi oleh pemerintah terlihat lebih modern dari sebelumnya dan melupakan fungsi sebenarnya dari halte, menjadi sempit dan tidak nyaman oleh para pengguna jasa, tidak hanya sebagai akses untuk BRT tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan komersial seperti tempat berfoto dan wisata. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT, menentukan tingkat kepuasan pelanggan yang berpengaruh terhadap layanan BRT, dan menentukan persepsi masyarakat pengguna BRT terhadap revitalisasi halte. Metode yang dipilih untuk menganalisa data adalah kuantitatif dengan metode statistik deskriptif dan diuji dengan statistik inferensial menggunakan uji statistik non parametris dengan Uji T. Sedangkan untuk menguji kepuasan pelanggan menggunakan skala likert.Hasil penelitian yang didapatkan yaitu diuji dengan Uji T dimana nilai Asymp. Sig sebesar 0,0001 lebih kecil dari probabilitas 0,05 yang mana artinya terdapat pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT. Tingkat kepuasan pelanggan sebesar 34% adalah pernyataan tidak puas/kurang baik. Persepsi masyarakat terhadap revitalisasi halte Bundaran HI dinilai kurang setuju karena adanya tempat berjualan dan petugas keamanan yang kurang tanggap terhadap situasi darurat. Rekomendasi kedepan untuk pemerintah terhadap halte bahwa tidak perlu dibangun secara berlebihan dan mewah, pembangunan halte sebaiknya cukup terpenuhi fasilitas utama dan pendukung serta memperhatikan kepuasan pelanggan agar menjadi daya tarik penggunaan transportasi publik.