This Author published in this journals
All Journal Jurnal Riptek
Nabilla Fitra Ainurrosid
Faculty of Engineering, Dian Nuswantoro University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Kemandirian Pangan Kota Semarang: Simulasi Urban Farming dan Internet of Things (IoT) sebagai Teknologi Akselerator Produktivitas Panen Nabilla Fitra Ainurrosid; Dewa Kusuma Wijaya; Rudi Tjahyono; Jazuli Jazuli
Jurnal Riptek Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v20i1.441

Abstract

Ketahanan pangan Kota Semarang masih menghadapi tantangan akibat rendahnya produksi pangan lokal dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga kota masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi urban farming berbasis Internet of Things (IoT) dalam mendukung ketahanan pangan perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder Badan Pusat Statistik, dokumen perencanaan wilayah, dan Systematic Literature Review (SLR) terkait urban farming serta smart farming berbasis IoT. Hasil analisis menunjukkan bahwa simulasi pemanfaatan 100% ruang terbuka hijau (RTH) berpotensi meningkatkan produksi pangan lokal hingga mendekati kondisi swasembada pangan dan menurunkan defisit pangan secara signifikan. Namun, pendekatan tersebut bersifat teoritis dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis karena RTH tetap memiliki fungsi sosial, ekologis, dan resapan air. Oleh karena itu, penelitian ini juga menyusun skenario pemanfaatan RTH secara lebih realistis sebesar 15%, 30%, dan 50%. Hasil simulasi menunjukkan bahwa defisit pangan masih terjadi, tetapi dapat berkurang melalui penerapan urban farming berbasis IoT dan peningkatan produktivitas sebesar 20–50% berdasarkan sintesis literatur smart farming. Penelitian ini menunjukkan bahwa urban farming berbasis IoT berpotensi menjadi strategi pendukung ketahanan pangan perkotaan, meskipun belum mampu memenuhi kebutuhan pangan kota secara keseluruhan. Temuan ini juga membuka peluang penelitian lanjutan terkait pemanfaatan lahan non-RTH seperti rooftop, pekarangan, lahan tidur, dan fasilitas publik untuk mengurangi defisit pangan tanpa meningkatkan risiko alih fungsi ruang terbuka hijau.