Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transformasi struktural dan daya saing ekonomi Kota Semarang selama periode 2010–2024 yang mencakup tiga fase perencanaan pembangunan. Urgensi penelitian ini didasari oleh perlunya memahami arah rekonfigurasi ekonomi kota inti pasca-pandemi COVID-19 di tengah fenomena penyebaran aktivitas ekonomi ke wilayah penyangga (hinterland). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010, yang dianalisis melalui instrumen Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Analysis (SSA), dan Tipologi Klassen Dinamis.Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran ekonomi dari sektor perdagangan konvensional dan konstruksi menuju sektor jasa modern. Sektor Transportasi dan Pergudangan, Real Estat, serta Jasa Perusahaan konsisten berada di Kuadran I (Maju dan Tumbuh Pesat), yang mempertegas peran Semarang sebagai pusat logistik dan jasa. Sementara itu, Sektor Industri Pengolahan terbukti tangguh karena tetap bertahan di Kuadran III (Berkembang Cepat). Sebaliknya, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran mengalami penurunan kinerja ke Kuadran IV setelah pandemi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan struktur ekonomi Kota Semarang merupakan bentuk adaptasi untuk mencapai keseimbangan baru melalui penguatan sektor jasa. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan sektor jasa unggulan lewat penataan ruang yang fleksibel serta peningkatan produktivitas manufaktur melalui investasi teknologi