Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan media pembelajaran interaktif ilmu pengetahuan alam Sosial berbasis lingkungan untuk meningkatkan kemandirian belajar Imhar AR. Nailu; Ebi Rahmat Indar Maya; Afadil; Nurjannah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis lingkungan serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman materi dan kemandirian belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan desain uji coba terbatas menggunakan pretest dan posttest. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman materi dan angket kemandirian belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi peserta didik mengalami peningkatan dari nilai rata-rata pretest sebesar 60 menjadi 80 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 20%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t(33) = 4,2 dengan signifikansi p < 0,05, yang berarti terdapat peningkatan pemahaman materi yang signifikan. Selain itu, kemandirian belajar peserta didik juga meningkat dari 55% pada pretest menjadi 85% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 30%. Hasil uji t-test menunjukkan nilai t(33) = 5,1 dengan signifikansi p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan kemandirian belajar yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis lingkungan efektif dalam meningkatkan pemahaman materi dan kemandirian belajar peserta didik. Kata Kunci: Media pembelajaran, interaktif, berbasis lingkungan, pemahaman materi, kemandirian belajar, IPAS. Development of Interactive Environment-Based Learning Media for Improving Learning Independence in IPAS This study aimed to develop an environment-based interactive learning media and to examine its effectiveness in improving students’ material comprehension and learning independence. The research employed a research and development approach with a limited trial using a pretest–posttest design. The participants consisted of 34 students. Data were collected through a material comprehension test and a learning independence questionnaire, and were analyzed using a paired-sample t-test. The results indicated that students’ material comprehension improved from a mean pretest score of 60 to a posttest score of 80, showing an increase of 20%. Statistical analysis revealed a t-value of t(33) = 4.2 with p < 0.05, indicating a significant improvement in material comprehension. In addition, students’ learning independence increased from 55% in the pretest to 85% in the posttest, representing a 30% improvement. The results of the t-test showed t(33) = 5.1 with p < 0.05, confirming a statistically significant improvement in learning independence. Based on these findings, it can be concluded that the environment-based interactive learning media is effective in enhancing students’ material comprehension and learning independence.
Analysis of scientific literacy and reading skills in the topic of matter among primary school students Ni Gusti Ayu Putu Eka Sri Wahyuni; Arum Maulidiyah; Afadil; Nurjannah; Karen Elinich
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 6 No 2 (2025): Volume 6. No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol6.no2.a18806

Abstract

This study aims to analyse the relationship between reading skills and science literacy in single substance and mixed substance materials in Year 5 primary school. This study uses a quantitative approach with descriptive and correlation analysis. The research sample consisted of 18 students at SD Negeri 2 Petobo. The instruments used were a reading skills test covering reading aloud, reading comprehension, reading speed, and text content analysis, as well as a science literacy test consisting of multiple-choice questions. The results of the Pearson correlation analysis showed a value of 0.6643, indicating a fairly strong positive relationship between reading skills and science literacy. The coefficient of determination (R²) of 0.4413 shows that approximately 44.13% of the variability in science literacy can be explained by reading skills. These findings emphasise the importance of reading skills in improving students' understanding of science material. This study is expected to contribute to the development of more effective science learning through the strengthening of students' reading skills. Analisis Literasi Sains dan Keterampilan Membaca Pada Materi Zat di kelas 5 Sekolah Dasar Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan membaca dan literasi sains pada materi zat tunggal dan zat campuran di kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa di SD Negeri 2 Petobo. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan membaca yang mencakup membaca nyaring, pemahaman bacaan, kecepatan membaca, dan analisis isi teks, serta tes literasi sains yang terdiri dari soal pilihan ganda. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan nilai 0,6643, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara keterampilan membaca dan literasi sains. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,4413 menunjukkan bahwa sekitar 44,13% variabilitas literasi sains dapat dijelaskan oleh keterampilan membaca. Temuan ini menekankan pentingnya keterampilan membaca dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sains. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran sains yang lebih efektif melalui penguatan keterampilan membaca siswa.
Pengembangan instrumen asesmen ilmu pengetahuan alam sosial berbasis model pisa untuk mengukur kemampuan literasi sains Kusumaningrat; Emy Nuriyani; Afadil; Nurjannah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18815

Abstract

Faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains adalah belum tersedianya instrumen penilaian yang sesuai untuk mengukur aspek literasi sains secara komprehensif. Permasalahan ini menuntut pengembangan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji instrumen penilaian berbasis model PISA untuk siswa SMK pada materi makhluk hidup dan lingkungannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D. Subjek penelitian yakni siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Parigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat valid dengan persentase validitas sebesar 85,88 %. Reliabilitas instrumen nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,87, dengan kategori reliabel. Analisis literasi sains menunjukkan 72% siswa berada dalam kategori rendah dan 28% dalam kategori sedang, dengan skor rata-rata skor rata-rata sebesart 45 berada pada kategori rendah. Berdasarkan ketiga aspek literasi sains, aspek menjelaskan fenomena ilmiah memperoleh skor tertinggi sebesar 67 dengan kategori sedang, sementara aspek mengevaluasi dan merancang penyelidikan serta menafsirkan data ilmiah masih rendah dengan skor masing-masing memperoleh skor sebesart 38 dan 30. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pembelajaran berbasis eksperimen, analisis data, serta integrasi teknologi dan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan literasi sains peserta didik secara menyeluruh. Development of PISA-Based IPAS Assessment Instruments to Measure the Science Literacy Skills of Vocational High School Students  The factor causing low science literacy skills is the lack of appropriate assessment instruments to comprehensively measure aspects of science literacy. This problem requires the development of valid and reliable assessment instruments to measure the science literacy skills of vocational high school students. The purpose of this study was to develop and test PISA-based assessment instruments for vocational high school students on the subject of living things and their environment. The research used the Research and Development (R&D) method with the 4D model. The research subjects were 10th grade TKJ students at SMK Negeri 1 Parigi. The results showed that the developed instrument was highly valid with a validity percentage of 85.88%. The reliability of the instrument was Cronbach's Alpha of 0.87, which is considered reliable. The science literacy analysis showed that 72% of students were in the low category and 28% in the moderate category, with an average score of 45 in the low category. Based on the three aspects of science literacy, the aspect of explaining scientific phenomena obtained the highest score of 67 in the moderate category, while the aspects of evaluating and designing investigations and interpreting scientific data were still low, with scores of 38 and 30, respectively. These findings emphasize the need to improve experiment-based learning, data analysis, and the integration of technology and contextual approaches to comprehensively improve students' science literacy.