R. Mohamad Atok
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN METODE DECISION TREE REGRESSION DAN RANDOM FOREST REGRESSION PADA PREDIKSI KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Aisha Rahma Putri Masita; Prilyandari Dina; R. Mohamad Atok
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah salah satu aspek penting dalam mencapai kesejahteraan individu dan keberhasilan pembangunan negara. Untuk menjamin akses layanan kesehatan yang merata, pemerintah Indonesia meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Januari 2014. Namun, jumlah peserta aktif JKN hanya mencapai sekitar 80% pada tahun 2024, yang menyebabkan defisit keuangan pada BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah peserta aktif JKN menggunakan metode Decision Tree Regression dan Random Forest Regression, serta membandingkan performa kedua metode tersebut. Variabel respon adalah jumlah peserta aktif JKN, sedangkan variabel independen berupa jumlah fasilitas kesehatan seperti jumlah puskesmas, jumlah dokter praktik perorangan, jumlah klinik pratama termasuk klinik TNI/POLRI, jumlah FKRTL, jumlah penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, pengeluaran perkapita disesuaikan, jumlah penduduk, angka harapan hidup (AHH), dan rata-rata konsumsi non makanan rumah tangga yang memiliki pengeluaran telekomunikasi, pada periode data dari 2016 – 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah FKRTL, jumlah penduduk, jumlah dokter, dan jumlah puskesmas secara konsisten memberikan kontribusi besar dalam prediksi pada metode Decision Tree Regression maupun Random Forest Regression. Selain itu, Decision Tree Regression mengidentifikasi jumlah klinik pratama dan jumlah penduduk miskin sebagai variabel tambahan yang penting dalam memprediksi jumlah peserta aktif JKN. Decision Tree Regression menghasilkan nilai MAE sebesar 772.464,5, nilai MAPE sebesar 27,80%, dan nilai RMSE sebesar 1.324.906. Random Forest Regression memberikan hasil lebih baik dengan nilai MAE sebesar 518.909,8, nilai MAPE sebesar 14,79%, dan nilai RMSE sebesar 923.888,9. Secara keseluruhan, Random Forest Regression terbukti lebih baik dalam akurasi prediksi terlihat dari nilai MAE, MAPE, dan RMSE yang lebih kecil dibandingkan dengan Decision Tree Regression. Hal ini karena kemampuannya mengurangi kesalahan dengan menggabungkan prediksi dari banyak tree. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi BPJS Kesehatan untuk mengembangkan strategi berbasis data dan optimalisasi fasilitas kesehatan sebagai strategi utama dalam meningkatkan keikutsertaan masyarakat pada program JKN.
Analysis of Customer Preferences in Choosing Animal Health Care Facilities in The City of Surabaya Using Conjoint Analysis Ramadhanty Ramadhanty; R. Mohamad Atok
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 12 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i12.1627

Abstract

The increasing number of pet owners in Surabaya City has intensified the demand for high-quality animal healthcare services; however, quantitative studies examining the service attributes that most influence customer preferences remain limited. This study aimed to identify the service attributes that most influenced customers’ decisions when selecting animal healthcare facilities in Surabaya City and to analyze the influence and relationship of demographic factors on these preferences. This study employed a conjoint analysis method involving 392 respondents. The analysis was further supported by ordinal logistic regression and Spearman and Kendall’s Tau correlation tests. The results showed that price was the most influential attribute, with a relative importance value of 52.227%, followed by service location (15.511%) and operational hours (12.757%). Other attributes, including additional facilities, veterinarian experience, and diagnostic facilities, demonstrated relatively lower levels of importance. Demographic analysis revealed that income had a consistent influence on and relationship with customer preferences, whereas age and gender did not demonstrate significant effects or relationships with customer preferences. The findings suggest that animal healthcare service providers in Surabaya City should prioritize pricing strategies and location accessibility to improve competitiveness and meet customer expectations.