Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-regulation dan Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-regulation dan skala Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian dilakukan pada mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok dengan jumlah subjek sebanyak 175 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara self-regulation dan Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,202 dan nilai signifikansi p = 0,007 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan self-regulation maka semakin rendah tingkat Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa, begitu juga sebaliknya semakin rendah kemampuan self-regulation maka semakin tinggi tingkat Fear of Missing Out (FoMO). Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa variabel self-regulation sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 91 mahasiswa (52%), sedangkan variabel Fear of Missing Out (FoMO) sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 73 mahasiswa (41,7%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sumbangan efektif self-regulation terhadap Fear of Missing Out (FoMO) sebesar 4,1%, sedangkan 95,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.