Quiet quitting merupakan fenomena perilaku kerja di mana karyawan membatasi kontribusinya hanya pada tuntutan pekerjaan minimum tanpa benar-benar meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran quiet quitting pada karyawan agen shipping line di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 385 karyawan agen shipping line yang telah bekerja minimal enam bulan. Instrumen penelitian menggunakan Quiet Quitting Scale (QQS) yang terdiri dari tiga aspek yaitu detachment, lack of motivation, dan lack of initiative. Hasil uji validitas konstruk melalui Confirmatory Factor Analysis menunjukkan 20 item yang valid dengan nilai goodness of fit yang baik, serta reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,945. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat quiet quitting didominasi kategori sedang sebanyak 309 responden (80,3%), kategori rendah sebanyak 73 responden (19,0%), dan kategori tinggi sebanyak 3 responden (0,8%). Hasil analisis demografis menunjukkan bahwa variasi tingkat quiet quitting dipengaruhi oleh usia, lama bekerja, jabatan, serta karakteristik personal responden. Temuan ini menegaskan bahwa fenomena quiet quitting pada karyawan agen shipping line di Kota Makassar berada pada tingkat moderat, sehingga perusahaan perlu meningkatkan psychological safety, dukungan organisasi, serta kualitas lingkungan kerja guna mencegah penurunan keterlibatan karyawan.