Noviati
Pogram Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Astenopia pada Pengguna Komputer di Kantor Kecamatan Kabaena Ian eka faradita; Sri Mulyani; Noviati
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1190

Abstract

Penggunaan komputer dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata (astenopia) yang berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebiasaan kerja, seperti pencahayaan, jarak monitor, durasi penggunaan komputer, dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur, durasi menatap layar, jarak monitor, dan pencahayaan dengan kejadian kelelahan mata pada pegawai pengguna komputer di Kantor Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 40 responden dipilih dari 45 populasi menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan koefisien Phi. Penyajian datanya dilakukan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik untuk analisis univariat, sedangkan hasil analisis bivariat disajikan dalam tabel silang (cross-tabulation) disertai nilai p-value dan interpretasi hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, durasi menatap layar, jarak monitor, dan pencahayaan memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan mata (p < 0,05). Faktor dengan keeratan hubungan paling kuat adalah jarak monitor. Disarankan agar instansi memperbaiki aspek ergonomi, pencahayaan, dan pengaturan istirahat mata secara berkala. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kelainan refraksi dan stres kerja.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan di Unit Operator PT. Bumi Karya Makmur Nur Amalia Muna; Fitri Rachmilah Fadmi; Noviati
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1309

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan efisiensi, konsentrasi, produktivitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya kelelahan adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang tidak ergonomis, pencahayaan yang kurang memadai, suhu ruang yang tidak nyaman, serta kebisingan berlebih dapat mempercepat timbulnya kelelahan pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan unit operator PT. Bumi Karya Makmur (BKM) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian melibatkan seluruh karyawan operator sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan di PT. Bumi Karya Makmur (BKM) Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan lingkungan kerja, seperti peningkatan pencahayaan, pengendalian kebisingan, pengaturan ventilasi, serta penataan ruang kerja yang ergonomis untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan produktivitas karyawan.