Yudi Hardiyani
STAI Al-Washliyah Barabai, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERJEMAH AL QUR’AN BAHASA BANJAR TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT BARABAI PADA SURAH YASIN Yudi Hardiyani
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 4 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Oktober 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar, tingkat pemahaman masyarakat Barabai terhadap Surah Yasin, serta pengaruh penggunaan terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar terhadap pemahaman masyarakat Barabai pada Surah Yasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain ex post facto. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Populasi penelitian adalah masyarakat muslim yang menggunakan atau pernah membaca terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar pada Surah Yasin. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta didukung observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 63,54. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap Surah Yasin juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 64,82. Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 24,315 + 0,637X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 8,914 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,980, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar terhadap pemahaman masyarakat Barabai pada Surah Yasin. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,402 menunjukkan bahwa penggunaan terjemahan Al-Qur'an bahasa Banjar memberikan kontribusi sebesar 40,2% terhadap pemahaman masyarakat, sedangkan 59,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian
HIKMAH NUZULUL QUR'AN SECARA BERTAHAP DALAM KONTEKS PEMBINAAN UMAT ISLAM AWAL Yudi Hardiyani
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2026): (April - Juni)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap dalam konteks pembinaan umat Islam awal serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa Al-Qur'an, kitab-kitab 'Ulum al-Qur'an, dan kitab tafsir, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku ilmiah dan artikel jurnal yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nuzulul Qur'an merupakan proses turunnya wahyu Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun sesuai dengan kondisi dan perkembangan dakwah. Hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap mencerminkan kebijaksanaan Allah Swt. dalam memudahkan umat Islam menerima, memahami, menghafal, dan mengamalkan ajaran Islam serta memperkuat keteguhan Rasulullah saw. dalam menyampaikan risalah. Pembinaan umat Islam pada masa awal dilaksanakan melalui tahapan penanaman akidah, pembentukan akhlak, dan penyempurnaan syariat sehingga berhasil membentuk generasi sahabat yang memiliki keimanan, akhlak, dan komitmen yang kuat terhadap ajaran Islam. Hikmah nuzulul Qur'an secara bertahap juga memiliki relevansi yang kuat terhadap pendidikan Islam kontemporer melalui penerapan prinsip at-tadarruj dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, pembentukan karakter, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan berkesinambungan