Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Curahan Kerja dan Kontribusi Wanita Tani Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kota Bengkulu Rihan Ifebri; Bembi Akbar Serawai; Hariz Eko Wibowo
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 50, No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v50i1.116862

Abstract

This study aims to analyze the productive activities, labor time allocation, income structure, and the contribution of women rice farmers’ income to total household income in Bengkulu City. The research employed a survey method with a quantitative approach. Data were analyzed descriptively and through income contribution calculations to determine the extent of women farmers’ economic role within the household. The results indicate that the productive activities of women rice farmers include lowland rice farming, upland farming, agricultural wage labor, trading, and employment as private-sector workers. The largest allocation of time in economic activities was devoted to trading, amounting to 5.9 hours per day, while in non-economic activities most of the time was allocated to household responsibilities, also averaging 5.9 hours per day. The highest income earned by women farmers originated from the non-farm sector, particularly trading or private employment, amounting to IDR 938,330 per month, which also constituted the largest source within the overall household income structure, averaging IDR 3,383,333 per month. Nevertheless, the largest contribution to total household income derived from agricultural wage labor activities, accounting for 34.71%. These findings suggest that income diversification plays a crucial role in strengthening the economic resilience of women rice farming households
Tindakan Resiliensi Petani Padi Sawah di Kota Bengkulu Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Bembi Akbar Serawai; Mohammad Zulkarnain Yuliarso; Melani Anisa Fitri
Agric Vol. 38 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2026.v38.i1.p28-46

Abstract

Perubahan iklim menjadi isu penting dan menjadi perhatian sekaligus tantangan semua sektor. Pada sektor pertanian, perubahan iklim mengakibatkan terjadinya ketidakpastian hasil produksi, bencana hama dan penyakit tanaman serta kekeringan lahan. Tanaman padi sawah termasuk tanaman yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap air, mengingat 45,7% lahan sawah di Indonesia bersifat tadah hujan perubahan iklim menjadi perhatian serius. Upaya dalam mengendalikan kondisi tersebut perlu dilakukan oleh petani seperti melakukan tindakan-tindakan resilien sehingga dampak perubahan iklim dapat dikontrol. Berangkat dari permasalahan tersebut penelitian ini akan mengkaji bagaimana tindakan resiliensi petani padi sawah dalam menghadapi perubahan iklim di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bengkulu pada 2-14 September 2025 dengan menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal fisik merupakan komponen modal utama yang memberikan kontribusi paling signifikan terhadap perubahan iklim, sedangkan modal sumber daya alam menjadi komponen modal dengan kontribusi terendah dalam menghadapi perubahan iklim oleh petani. Capacity of Learning merupakan bentuk tindakan resiliensi yang memiliki nilai tertinggi, yang mengindikasikan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi pertemuan dalam aktivitas pelatihan dan pembelajaran bagi petani guna membangun pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengendalikan dampak perubahan iklim.