Rosita Sofyaningrun
Universitas Ma'arif Nahdaltul Ulama Kebumen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JEJAK LUKA DALAM RELASI SOSIAL MANUSIA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA BERDASARKAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI SASTRA Rosita Sofyaningrun; Agus Rofiudin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi relasi sosial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan menelaah interaksi antartokoh sebagai cerminan masyarakat Indonesia pada masa kolonial dan pascakolonial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh melalui teknik pembacaan intensif (close reading) dan dianalisis secara interpretatif dengan memfokuskan pada interaksi sosial, relasi kuasa, dinamika gender, serta struktur kelas yang tergambar dalam narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial dalam novel tersebut dibentuk oleh persilangan ketimpangan kelas, dominasi patriarki, dan kekuasaan kolonial yang secara kolektif melahirkan luka sosial, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Tokoh-tokoh perempuan diposisikan sebagai subjek yang termarginalkan dan mengalami penindasan berlapis, sedangkan otoritas laki-laki dan kolonial berperan sebagai agen yang mempertahankan struktur sosial yang hierarkis dan timpang. Penelitian ini mengungkap bahwa relasi kuasa, gender, dan kelas tidak bekerja secara terpisah, melainkan berlangsung secara simultan sehingga menghasilkan kekerasan sosial yang bersifat sistemik, bukan sekadar bentuk penindasan yang terisolasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif mengenai luka sosial sebagai akumulasi dari relasi kuasa yang saling berkelindan, sehingga menawarkan pembacaan sosiologis yang lebih komprehensif terhadap novel tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiologi sastra dengan memperdalam pemahaman tentang kritik sosial dan ketimpangan struktural dalam sastra Indonesia modern.
PERJUANGAN IDENTITAS PEREMPUAN BALI DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALISME SIMONE DE BEAUVOIR Rosita Sofyaningrun; Tri Pangestuti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2585

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penindasan dan perjuangan tokoh perempuan dalam memperoleh eksistensinya sebagai subjek dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Data berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan pengalaman tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan mengelompokkan bentuk penindasan dan bentuk perjuangan eksistensial tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan mengalami subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kontrol patriarkal akibat sistem kasta dan budaya patriarki. Namun, tokoh perempuan juga menunjukkan perjuangan melalui kesadaran diri, keberanian memilih, keteguhan identitas, dan transendensi diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tokoh perempuan mengalami berbagai bentuk penindasan, ia mampu memperoleh eksistensinya sebagai subjek melalui pilihan sadar dan tanggung jawab atas hidupnya sendiri.