lestari putri
departemen patologi anatomik, fakultas kedokteran universitas swadaya gunung djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METASTASIS MELANOMA AMELANOTIK DI REGIO INGUINAL: TANTANGAN DIAGNOSTIK PADA KEGANASAN BERDIFERENSIASI BURUK: - lestari putri
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Melanoma merupakan neoplasma ganas yang berasal dari melanosit dan dikenal memiliki variasi klinis serta histopatologis yang luas. Melanoma amelanotik adalah varian langka yang tidak mengandung pigmen melanin, sehingga sering menimbulkan kesulitan diagnostik, terutama pada kasus metastasis yang dapat menyerupai keganasan berdiferensiasi buruk lainnya. Laporan Kasus Seorang perempuan berusia 73 tahun datang dengan massa inguinal yang tumbuh cepat berukuran 12 × 10 × 3 cm, disertai ulserasi kulit di atasnya, dengan riwayat pertumbuhan selama empat bulan. Pemeriksaan histopatologi dari biopsi insisi menunjukkan proliferasi difus sel tumor berbentuk oval hingga bulat, dengan inti pleomorfik, hiperkromatik, dan aktivitas mitosis yang meningkat. Tidak ditemukan pigmen melanin pada sel tumor. Pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus (BAJH) memperlihatkan kelompok sel oval hingga bulat dengan membran inti ireguler dan kromatin kasar. Pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan hasil positif terhadap vimentin dan negatif terhadap sitokeratin. Penelusuran riwayat klinis lebih lanjut mengungkapkan bahwa pasien pernah menjalani eksisi bedah melanoma maligna pada kaki dua tahun sebelumnya. Pemeriksaan imunohistokimia tambahan menggunakan HMB-45 menunjukkan hasil positif, sehingga menegakkan diagnosis metastasis melanoma amelanotik. Simpulan kasus ini menegaskan pentingnya integrasi temuan histopatologis, imunohistokimia, dan riwayat klinis dalam menegakkan diagnosis metastasis melanoma amelanotik yang sering menjadi tantangan diagnostik. Kata kunci: Melanoma amelanotik, metastasis, regio inguinal, imunohistokimia, HMB-45