Berjalan kaki merupakan moda transpotasi utama manusia dalam bergerak setiap harinya, namun pergerakan pejalan kaki tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan bagi pejalan kaki setidaknya pilihan ruas rute berjalan terbaik dan tercepat juga menjadi salah pertimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi integrasi Walkability Index (WI) dengan analisis Space Syntax di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelatif, melalui teknik purposive sampling pada 6 koridor utama, dengan menggunakan permodelan DepthmapX. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jalan Rasamala memiliki nilai tertinggi pada parameter Connectivity (13) dan Integration (2,575), sedangkan kualitas fisik pedestrian tertinggi pada jalan Jati Raya dengan skor WI 65. Hasil analisis statistik pearson correlation menemukan adanya korelasi yang lemah/negatif antara connectivity dan WI Namun terdapat korelasi yang positif/kuat antara Integration dengan WI . Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jaringan jalan yang terhubung secara global memiliki potensi pergerakan pejalan kaki alami yang kuat, sehingga perencanaa infrastruktur pedestrian pada masa mendatang diharapkan mempertimbangkan analisis konfigurasi spasial kota disamping untuk pemenuhan fasiliats fisik inklusifnya saja.Berjalan kaki merupakan moda transpotasi utama manusia dalam bergerak setiap harinya, namun pergerakan pejalan kaki tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan bagi pejalan kaki setidaknya pilihan ruas rute berjalan terbaik dan tercepat juga menjadi salah pertimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi integrasi Walkability Index (WI) dengan analisis Space Syntax di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelatif, melalui teknik purposive sampling pada 6 koridor utama, dengan menggunakan permodelan DepthmapX. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jalan Rasamala memiliki nilai tertinggi pada parameter Connectivity (13) dan Integration (2,575), sedangkan kualitas fisik pedestrian tertinggi pada jalan Jati Raya dengan skor WI 65. Hasil analisis statistik pearson correlation menemukan adanya korelasi yang lemah/negatif antara connectivity dan WI Namun terdapat korelasi yang positif/kuat antara Integration dengan WI . Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jaringan jalan yang terhubung secara global memiliki potensi pergerakan pejalan kaki alami yang kuat, sehingga perencanaa infrastruktur pedestrian pada masa mendatang diharapkan mempertimbangkan analisis konfigurasi spasial kota disamping untuk pemenuhan fasiliats fisik inklusifnya saja.