Febryana Meutia Nur Fadillah
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan keigo oleh Berrien berdasarkan jōge kankei pada visual novel Akuma Shitsuji To Kuroi Neko Febryana Meutia Nur Fadillah; Umul Khasanah
Proceeding of Conference on Literature, Linguistic, and Cultural Studies Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026): UNCOLLCS: PROCEEDING RESEARCH ON LITERARY, LINGUISTIC, AND
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/pcllcs.v6i1.6928

Abstract

Keigo adalah sistem bahasa hormat Jepang yang berfungsi sebagai penanda kesantunan sekaligus mencerminkan hubungan sosial antara penutur dan lawan tutur. Dalam masyarakat Jepang, penggunaan keigo erat kaitannya dengan hubungan atasan-bawahan atau jōge kankei yang menjadi salah satu karakteristik hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan keigo oleh tokoh Berrien berdasarkan hubungan atasan-bawahan dengan Aruji dalam visual novel Akuma Shitsuji to Kuroi Neko. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan Berrien yang mengandung keigo dalam interaksinya dengan Aruji pada visual novel Akuma Shitsuji Main Story Episode 1. Data dikumpulkan menggunakan metode simak catat, kemudian dianalisis menggunakan teori jenis keigo menurut Mitsuno (2008), teori pembentukan keigo menurut Aoki et al (2007) dan Marumo et al (2015), teori faktor penggunaan keigo menurut Mizutani (1987), serta konsep hubungan vertikal masyarakat Jepang menurut Nakane (1967). Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan sonkeigo, kenjougo, dan teineigo oleh Berrien tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kesantunan berbahasa, tetapi juga merepresentasikan hubungan atasan-bawahan antara pelayan dan majikan. Dominasi penggunaan teineigo menunjukkan profesionalitas Berrien sebagai pelayan, sedangkan sonkeigo dan kenjougo digunakan untuk menunjukkan penghormatan kepada Aruji sebagai pihak yang memiliki kedudukan lebih tinggi. Dengan demikian, penggunaan keigo oleh Berrien berperan dalam membangun dan merepresentasikan hubungan atasan-bawahan dalam visual novel.