Abdul Rosyid
Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ad-Dakhil dalam Tafsir Mu’tazilah: Telaah Kritis atas Rekonstruksi Metode dan Ushul al-Khamsah Abdul Rosyid; Saepullah Saepullah; Muthia Asmatul Aliah; Namira Hanna Humaira; Mutamimah; Ahmad Himawan
AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsir Studies Vol. 7 No. 1 (2026): AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsir Studies
Publisher : LPPM Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/attaisir.v7i1.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk ad-dakhil dalam tafsir Mu’tazilah serta mengidentifikasi indikator kritik ideologis yang memengaruhi konstruksi makna ayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode analisis isi deskriptif-analitis. Sumber data primer meliputi Tafsir al-Kashshaf karya al-Zamakhsyari dan Tanzih al-Qur’an ‘an al-Mata’in karya ‘Abd al-Jabbar, sedangkan sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan kajian ilmiah terkait ad-dakhil, tafsir Mu’tazilah, qira’at, dan ta’wil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ad-dakhil dalam tafsir Mu’tazilah muncul melalui dominasi rasionalitas, penggunaan qira’at secara selektif, dan ta’wil linguistik yang diarahkan untuk mempertahankan prinsip al-ushul al-khamsah. Indikator kritik ideologis tampak dari kecenderungan menundukkan makna zahir ayat kepada doktrin teologis, terutama pada ayat-ayat sifat, kehendak Tuhan, kebebasan manusia, dan ru’yatullah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kritik sanad, matan, dan ideologis sebagai kerangka analisis terpadu dalam membaca ad-dakhil pada tafsir Mu’tazilah. Temuan ini menunjukkan bahwa ad-dakhil tidak hanya bersumber dari aspek transmisi, tetapi juga dari dominasi ideologi dalam proses penafsiran. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya model kritik yang lebih komprehensif dalam studi tafsir ideologis.