Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budidaya Ikan Sistem Budikdamber Sebagai Alternatif Pemanfaatan Pekarangan Rumah Andi Heryanti Rukka; Abdul Masyahoro; Irawati Mei Widiastuti; Rusaini; Roni Hermawan
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i2.1590

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan terbatasnya ruang di area perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai solusi inovatif untuk memanfaatkan halaman rumah secara efektif. Sistem Budikdamber mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah, sehingga memungkinkan masyarakat untuk memproduksi protein dan sayuran segar secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung dengan peserta yang terdiri dari warga komunitas Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dan teknik Budikdamber, serta berhasil menerapkan sistem ini di pekarangan rumah mereka. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui observasi dan monitoring terhadap pertumbuhan ikan dan tanaman, serta wawancara dengan peserta mengenai manfaat yang diperoleh. Hasilnya, sebagian besar peserta melaporkan peningkatan ketersediaan pangan dan penghematan biaya belanja harian. Sistem Budikdamber terbukti tidak hanya sebagai alternatif budidaya yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan potensi besar Budikdamber untuk diterapkan lebih luas, terutama dalam upaya mendukung ketahanan pangan lokal. Diperlukan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan sistem ini di masa mendatang.