Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Pangan Lokal Keripik Singkong Untuk Mendukung Ekonomi Kreatif di Desa Petar Luar Dimas Andriansyah; Naurah Aqilah Iklima Darma; Sana Herliana; Salsabilla Syafitri; Mifta Huljanah; Hajatul Ummi S; Bella Cintia; Isnayati Nur
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i2.1516

Abstract

Desa Petar Luar memiliki potensi agrikultur yang melimpah, salah satunya adalah komoditas ubi kayu atau singkong. Namun, minimnya inovasi pascapanen membuat singkong umumnya hanya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomis yang rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Petar Luar melalui hilirisasi komoditas lokal menjadi produk olahan keripik singkong bernilai jual tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Januari 2026 bertempat di Posko KKN, dengan melibatkan peserta wanita pada rentang usia produktif. Pendekatan yang digunakan adalah Community Based Training (Pelatihan Berbasis Masyarakat) yang mencakup praktik pengolahan higienis, pengemasan, penentuan harga pokok produksi (HPP), hingga pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari warga. Melalui pelatihan ini, masyarakat berhasil memproduksi keripik singkong dengan tiga varian rasa (original, balado, dan jagung manis) di bawah merek dagang "Kipik Kitchen Natives". Tim mahasiswa juga berhasil mendampingi warga dalam memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran multisaluran (omnichannel), yakni secara luring melalui sistem konsinyasi di warung lokal dan secara daring menggunakan platform Shopee serta WhatsApp Business. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa sentuhan inovasi pengemasan dan literasi pemasaran digital pada produk pangan lokal terbukti mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi kreatif desa dan membuka peluang kemandirian finansial bagi keluarga.
Pemberdayaan Perempuan Desa Melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Keluarga di Desa Petar Luar Desy Nursyawaliya; Hidayah Indriati Wibisono; Fachrun Nisa Raihan Hasanah; Ratih Dwi Rahma; Aki Pranoto; Naura Fadhila; Apriyanti Emiliya Putri; Isnayati Nur
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i2.1517

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya sampah organik dapur, masih menjadi permasalahan lingkungan di pedesaan akibat kebiasaan masyarakat yang membuang limbah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa pengolahan lanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Desa Petar Luar melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga. Program ini menargetkan ibu rumah tangga dan kader PKK sebagai agen perubahan lingkungan tingkat keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Februari 2026 di Kantor Desa Petar Luar, melibatkan 20 hingga 30 peserta pada rentang usia produktif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui sosialisasi teoretis dan demonstrasi praktik langsung menggunakan inovasi komposter "Ember Tumpuk". Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dalam mempraktikkan pengolahan sisa sayuran dan kulit buah menggunakan bioaktivator EM4 dan molase. Metode ember tumpuk ini dinilai sangat efektif karena tidak menimbulkan bau menyengat, hemat lahan, dan mampu menghasilkan dua varian pupuk sekaligus, yakni Pupuk Organik Cair (POC) dalam waktu 14 hari dan kompos padat dalam kurun waktu 1 hingga 3 bulan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa literasi pengolahan limbah mandiri tidak hanya memitigasi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya operasional pertanian keluarga, yang bermuara pada penguatan ketahanan ekonomi rumah tangga.