Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah pedesaan sering menghadapi kendala berupa rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga kegiatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program CSR melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan perusahaan, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Januari 2026 di Desa Tanakuraya, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan PT Indo Mineral Mining. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, sosialisasi dan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan, serta evaluasi secara deskriptif melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan hasil diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan pengabdian terlaksana sesuai rencana dengan partisipasi aktif masyarakat dalam proses diskusi dan penyampaian aspirasi. Melalui FGD berhasil diidentifikasi tiga kebutuhan prioritas masyarakat sebagai rekomendasi program CSR, yaitu penyediaan akses air bersih, penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro dan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat komunikasi dan membangun komitmen awal antara masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan perusahaan dalam penyusunan program CSR yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan partisipatif mampu menjadi strategi yang efektif dalam menghasilkan rekomendasi program CSR yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.