This Author published in this journals
All Journal Educational Journal
Rostiana Rostiana
Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Calon Guru Bahasa Inggris terhadap Batas Etis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Rostiana Rostiana; Septi Gumiandari
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/79sgjb79

Abstract

Akselerasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi memunculkan dilema etis yang kompleks bagi mahasiswa calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk penggunaan AI oleh calon guru Bahasa Inggris dalam aktivitas pembelajaran; (2) menganalisis persepsi mereka terhadap batas etis penggunaan AI; (3) mengungkap dilema etis yang dialami; serta (4) mendeskripsikan pandangan mereka mengenai tanggung jawab dan integritas akademik dalam penggunaan AI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berskala Likert modifikasi (1–4) yang terdiri dari 12 butir pernyataan tertutup dan satu pertanyaan terbuka. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa aktif program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi persentase frekuensi, Mean (M), Median (Mdn), Modus (Mo), dan Standar Deviasi (SD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memanfaatkan AI dalam aktivitas akademik, dengan intensitas tertinggi pada aspek grammar checking dan penerjemahan teks (M = 3,4). Sebanyak 76,7% responden memiliki kesadaran etis tinggi bahwa tindakan copy-paste teks AI secara mentah melanggar batas etis akademik (M = 3,7). Namun, 60% responden tetap menjadikan AI sebagai jalan pintas operasional akibat tekanan beban tugas, sehingga memicu konflik kognitif dan rasa bersalah mendalam sebagai calon pendidik (M = 3,2). Aspek tanggung jawab dan integritas akademik memperoleh nilai tertinggi (M = 3,47), menunjukkan kesadaran moral yang kuat. Penelitian ini berkontribusi pada formulasi rekomendasi regulasi integratif dan panduan etika siber institusional guna memitigasi risiko habituasi plagiarisme digital di lingkungan perguruan tinggi.