Bukadin Manaf
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Utsmani Bondowoso

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supervisi Pengawas dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru PAI di SMPN 6 Sempusari Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2025/2026: Penelitian Bukadin Manaf
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4759

Abstract

The supervisory process of Islamic Religious Education (PAI) teachers at SMPN 6 Sempusari Kaliwates, Jember Regency aims to improve the performance and professionalism of Islamic Religious Education (PAI) teachers. In its implementation, Islamic Religious Education (PAI) supervisors are required to be able to accommodate and improve teacher performance. This study aims to explain the implementation of Islamic Religious Education (PAI) supervisory supervision, supporting and inhibiting factors, and its impact on improving the professionalism of Islamic Religious Education (PAI) teachers at SMPN 6 Sempusari Kaliwates, Jember Regency. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation, as well as data analysis through data reduction, presentation, and verification. The results of the study indicate that (1) Islamic Religious Education (PAI) supervisors conduct supervision by checking the completeness of administration and the readiness of Islamic Religious Education (PAI) teachers in classroom learning; (2) supporting factors for supervision include teachers' willingness to learn and good evaluations from supervisors, while inhibiting factors are limited access to interesting learning resources and teachers' unpreparedness during supervision; and (3) supervision has an impact on increasing the creativity of Islamic Religious Education (PAI) teachers, thus creating a more conducive learning atmosphere.
Transformasi Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital: Integrasi Kurikulum, Kepemimpinan, Tata Kelola, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Yusaul Anwar; Bukadin Manaf
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.1031

Abstract

Transformasi digital menuntut lembaga pendidikan Islam tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga menyesuaikan kepemimpinan, kurikulum, tata kelola, dan kapasitas sumber daya manusia tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi manajemen pendidikan Islam melalui keterhubungan antara kepemimpinan, pengembangan kurikulum, digitalisasi tata kelola, dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen terhadap praktik kelembagaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif secara abduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki peran sentral dalam mengarahkan perubahan dan menjembatani nilai tradisional dengan tuntutan modernisasi, tetapi keberlanjutan inovasi masih memerlukan distribusi kewenangan dan pelembagaan prosedur kerja. Pengembangan kurikulum telah mengintegrasikan nilai keislaman, kurikulum nasional, teknologi, dan kebutuhan kompetensi kontemporer, namun sebagian inovasi masih bergantung pada kreativitas individual pendidik. Digitalisasi telah meningkatkan efisiensi administrasi, komunikasi, penyimpanan informasi, dan akses terhadap data, tetapi masih menghadapi fragmentasi aplikasi, ketimpangan kompetensi pengguna, serta belum bakunya tata kelola data. Temuan penelitian menegaskan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam merupakan proses sistemik yang membutuhkan integrasi kepemimpinan, kurikulum, teknologi, sumber daya manusia, dan nilai kelembagaan. Transformasi yang berkelanjutan membutuhkan pergeseran dari inovasi berbasis individu menuju kapasitas organisasi yang terintegrasi, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.