Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Batu dengan Penambahan Cairan Blesston dalam Pembuatan Buis Beton di Desa Bettet Kabupaten Pamekasan Fairus Zabadi; Ubaidi Ubaidi; Rayyan Muhammad; Amrozi Amrullah; Khifzi Fuadi Ahsan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3614

Abstract

Abu batu adalah material kontruksi buatan berupa agregat halus yang berasal dari hasil sampingan proses pemecahan bongkahan batu. Meterial ini memiliki butiran halus dan sering digunakan sebagai pengganti pasir, bahan pengisi, serta untuk menstabilkan tanah dalam berbagai aplikasi kontruksi seperti campuran beton dan lain sebagainya. Cairan Blesston adalah cairan pengeras beton yang berfungsi meminimalisir pori-pori pada beton, mencegah keretakan pada beton, meningkatkan mutu beton dan mempercepat pengeringan beton/cor. Buis beton merupakan jenis dari bahan material atau bangunan yang banyak digunakan dalam pembuatan sumur gali atau sumur resapan sebagai pelapis dinding tanah dirumah-rumah atau ditempat umum dan bisa juga dijadikan sebagai bahan yang digunakan untuk drainase atau saluran pembuangan air kotor. Pengabdian ini merupakan inovasi baru dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti pasir dalam pembuatan buis beton. Pengabdian ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan abu batu sebagai campuran buis beton. Pada pengabdian ini, penggunaan agregat halus berupa pasir digantikan dengan abu batu yang berasal dari sisa pemecahan bongkahan batu. Potensi abu batu sebagai alternatif pengganti pasir dapat dimanfaatkan secara keberlanjutan. Metode dalam pengabdian ini adalah penggunaan alat manual dengan cara menusuk dan menumbuk pasta beton dalam cetakan sehingga terisi penuh secara merata. Hasil dari pengabdian ini adalah buis beton dengan campuran abu batu dan cairan blesston lebih baik sehingga menghasilkan beton yang lebih kedap.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP MUTU DAUN DAN DINAMIKA HARGA TEMBAKAU MADURA TAHUN 2021–2025 Rina Susanti; Rayyan Muhammad; Matsayni Matsayni
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 14 No. 1 (2026): April: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v14i1.7069

Abstract

Fluctuations in tobacco quality and price represent a major challenge in local tobacco agribusiness, particularly in regions where production is highly sensitive to environmental variability such as Madura, Indonesia. Variations in agroclimatic conditions can influence the chemical characteristics of tobacco leaves, which in turn affect grading and price formation at the farmer level. This study aims to examine the effects of environmental factors on tobacco leaf quality and to analyze their implications for the price dynamics of Madura tobacco during the 2020–2025 observation period. The research employs a quantitative approach using a field case study involving 30 tobacco farmers in Pamekasan Regency. Environmental variables include rainfall and harvest temperature, while leaf quality is measured using three indicators: moisture content, nicotine content, and reducing sugar. Data are analyzed using descriptive statistics, trend analysis, and multiple linear regression models to estimate the influence of environmental factors on leaf quality and the effect of quality on tobacco prices. The results show that rainfall and harvest temperature significantly affect leaf quality indicators (p < 0.05). Higher rainfall increases leaf moisture content (? = +0.42) and decreases nicotine (? = ?0.38) and reducing sugar (? = ?0.31), while higher harvest temperature decreases moisture content (? = ?0.29) and increases nicotine (? = +0.41) and reducing sugar (? = +0.35). Furthermore, leaf quality significantly influences tobacco prices at the farmer level, with nicotine showing the strongest positive effect (? = +0.52; p = 0.001), while moisture content has a negative effect (? = ?0.36; p = 0.012). Quality variations explain approximately 67% of price variation (R² = 0.67). These findings indicate that environmental variability affects tobacco prices indirectly through changes in leaf quality. The study contributes to the agribusiness literature by empirically demonstrating the environment–quality–price linkage in smallholder tobacco production systems and provides an analytical basis for improving tobacco competitiveness through environmental adaptation, postharvest quality management, and greater transparency in grading systems.