Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Biochar sebagai Campuran Media Pembibitan Selada di Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar Zaitun Zaitun; Zuyasna Zuyasna; Darusman Darusman; Syakur Syakur; Taufan Hidayat; Zulwanis Zulwanis; Elly Susanti; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4255

Abstract

Pemanfaatan biochar untuk pertanian masih terbatas yang disebabkan karena kurangnya pemanfaatan hasil-hasil penelitian tentang biochar yang telah banyak dilakukan dan dipublikasikan. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian bagi petani, sehingga dapat langsung diterapkan untuk pertanian. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan diseminasi hasil penelitian biochar dibidang pertanian. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai manfaat biochar bagi pertanian dan cara aplikasi biochar sebagai campuran media tanam pada pembibitan tanaman selada di Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Tahapan-tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan meliputi: mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan, melakukan diseminasi hasil-hasil penelitian mengenai pemanfaatan biochar dalam bidang pertanian, dan melakukan demonstrasi dan praktek membuatan media tanam pada pembibitan tanaman selada kepada Kelompok Wanita Tani Lestari di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Lestari telah mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat biochar untuk meningkatkan kesuburan tanah, memahami dan dapat mempraktekkan pembuatan media tanam pembibitan tanaman selada dengan campuran biochar, serta menambah pengetahuan mengenai praktek budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
Diversifikasi Pangan Lokal: Pemanfaatan Ampas Kelapa Dari Rantai Produksi VCO Menjadi Tepung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pangan Alternatif Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Elly Susanti; Diswandi Nurba; Khairul Anwar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.81

Abstract

Pangan alternatif merupakan sarana penting dalam mewujudkan diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan sendiri merupakan strategi kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Pemanfaatan hasil samping industri kelapa menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung diversifikasi pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Salah satu limbah utama dari proses produksi Virgin Coconut Oil (VCO) adalah ampas kelapa (presscake) yang masih kaya serat pangan, protein, dan sejumlah komponen bioaktif. Program pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, di mana masyarakat telah memulai pengolahan kelapa menjadi VCO secara mandiri sebagai upaya menambah pendapatan rumah tangga. Namun, masyarakat belum mengetahui potensi pengolahan ampas kelapa sisa pemerasan santan menjadi tepung kelapa yang dapat dijadikan bahan baku pangan alternatif. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan ampas kelapa, mendorong diversifikasi produk pangan sehat, serta membuka peluang usaha baru berbasis kelapa. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan kelompok tani dan mitra usaha setempat melalui pelatihan teori dan praktik langsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, khususnya Kelompok Tani Ingin Jaya Kecamatan Sukamakmue, dalam mengolah ampas kelapa menjadi tepung kelapa dan produk diversifikasi pangan seperti cookies kelapa. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu melakukan pengolahan secara mandiri, sehingga memunculkan ide usaha baru, meningkatkan nilai tambah hasil samping kelapa, serta membuka peluang lapangan kerja baru. Dengan demikian, pengolahan ampas kelapa menjadi tepung kelapa dan pengolahan tepung kelapa menajdi cookies kelapa terbukti mampu mendukung strategi diversifikasi pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan lokal