Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Penyuluh Pertanian BPP Bangsalsari melalui Pelatihan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Media Edukasi Video dan Modul Digital Penyuluhan Tanti Kustiari; Sri Sundari; Riski Kuara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4769

Abstract

Penyuluhan pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bangsalsari, Kabupaten Jember, masih didominasi metode konvensional seperti pertemuan kelompok tani, kunjungan lapangan, dan distribusi brosur cetak, sementara kapasitas penyuluh dalam memanfaatkan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) masih terbatas. Kegiatan Praktik Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPPM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh melalui diseminasi media edukasi berupa video edukatif berbasis AI dan modul digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-transformatif yang dipadukan dengan andragogi, praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan (coaching and mentoring), dilaksanakan melalui lima tahap: analisis kebutuhan, pengembangan media, diseminasi dan pelatihan, implementasi lapangan, serta evaluasi. Intervensi memanfaatkan lima platform AI, yaitu ChatGPT dan Google Gemini untuk penyusunan naskah, Leonardo AI dan Google Gemini untuk produksi visual, Google AI Studio untuk produksi narasi suara (text-to-speech), serta Canva untuk penyusunan modul digital dan penyuntingan video. Evaluasi dilakukan melalui instrumen pretest-posttest terhadap 16 penyuluh menggunakan rumus Normalized Gain (N-Gain) pada tiga dimensi kapasitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 66% (kategori efektif), sikap 23%, dan keterampilan 79% (kategori sangat efektif). Implementasi media di desa binaan turut meningkatkan keterlibatan aktif anggota kelompok tani (Poktan) dan kelompok wanita tani (KWT). Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi AI dapat mendemokratisasi produksi media penyuluhan berkualitas tanpa memerlukan keahlian teknis khusus.